Parkir Johar MAJT Dikeluhkan

235

SEMARANG – Kondisi tempat relokasi sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) saat ini mulai ramai. Sehingga petugas parkir mulai menarik pajak kendaraan bagi pengunjung yang masuk ke kawasan tersebut. Hal itu dikeluhkan sebagian pedagang dengan alasan transaksi jual beli belum berjalan maksimal.

Salah satu sumber Jawa Pos Radar Semarang yang tidak bersedia disebutkan namanya mengungkapkan, dirinya terpaksa membayarkan Rp 1.000 kepada petugas parkir yang mendirikan pos tepat di jalur masuk menuju kawasan tersebut. ”Sebenarnya kalau hanya Rp 1.000 tidak masalah. Tapi kalau bolak-balik ya tekor (rugi),” ujarnya.

Dia khawatir jika kondisi seperti ini terus dibiarkan justru akan mematikan para pedagang. Apalagi sebagian dari mereka masih banyak yang baru membangun lapak atau kios, sehingga belum dapat melakukan transaksi jual beli. ”Kami minta para pedagang dibebaskan dulu dari parkir sampai benar-benar beroperasi maksimal,” katanya.

Pedagang lainnya sebut Suratno, mengaku petugas parkir menarik setengah memaksa. Bahkan saat dijelaskan kalau dirinya datang hanya ingin mengecek lapak, tetap ditarik biaya parkir. ”Ini belum jualan, masih persiapan lapak, sudah kena parkir, mbok ya dibebaskan dulu,” keluhnya.

Ia mengaku sempat dikeluhkan pedagang lainnya. Bahkan, ada pedagang yang bolak-balik sampai tiga kali tetap ditarik biaya parkir. ”Bayangkan, setiap datang ditarik parkir. Ya, jelas memberatkan. Mbok penarikan parkir nanti dulu saja setelah pasarnya ramai,” ujar pedagang asal Semarang Barat ini.

Kondisi Pasar Johar MAJT sendiri kemarin sudah mulai ramai pengunjung. Hal ini diakui Nur Afifin, pedagang sepatu. Pengunjung tak sekadar melihat-lihat, tetapi sudah ada yang melakukan transaksi jual beli. ”Salah satu buktinya, musala itu (sebelah utara pasar) selalu penuh,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.