BATANG – Anggota DPR Komisi VII Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Harry Poernomo menegaskan percepatan pembangunan PLTU Batang akan menjadi salah satu kunci bagi terwujudnya kemandirian energi nasional. Realisasi proyek listrik senilai US$ 4 miliar ini juga dinilai akan menciptakan efek berganda, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong bertumbuhnya ekonomi di wilayah Batang dan Jawa Tengah.

“Percepatan pembangunan PLTU Batang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat. Perekonomian di wilayah sekitar tentunya juga akan bertumbuh sejalan dengan hadirnya pasokan energi yang dibutuhkan oleh pelaku usaha dan investor,” katanya saat dihubungi media, kemarin.

Terkait masih adanya penolakan terhadap pembangunan PLTU Batang, Harry menambahkan, proyek PLTU Batang sudah mengikuti ketentuan yang berlaku. Apalagi proyek ini juga mengoptimalkan sumber daya alam nasional yaitu batubara. Menurutnya, di tengah bisnis batubara yang terpuruk dewasa ini, proyek seperti PLTU Batang akan dapat mendorong industri batubara kembali bangkit.

“Optimalisasi sumber daya alam kita perlu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Batubara bisa menjadi solusi bagi penguatan ketersediaan energi di Indonesia,” kata anggota DPR-RI periode 2014-2019 yang mewakili Dapil Jawa Tengah VI ini.

PLTU Batang akan menggunakan teknologi ultra super critical dari Jepang dan baru satu-satunya digunakan di Asia Tenggara. Selain itu, proyek yang diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja hingga 5.000 orang selama proses kontruksi ini, juga telah lolos uji analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang prosesnya melibatkan para ahli dalam bidangnya. Oleh karena itu masyarakat diminta untuk tidak terlalu khawatir terhadap penggunaan batubara di PLTU Batang.

“Proyek ini merupakan proyek padat modal, jadi tidak mungkin mempertaruhkan dana yang besar kalau persyaratan Amdal tidak lolos dan tidak ramah lingkungan. Jadi mari kita berikan dukungan supaya kita dapat mengatasi krisis pasokan listrik ke depan. Kalau ada yang menolak itu sebagian kecil saja, rencana proyek ini sudah lama. Saya yakin manfaatnya akan lebih besar untuk masyarakat,” katanya.