Penderita DBD Melonjak

277

SALATIGA – Warga yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) di Salatiga melonjak dibanding tahun sebelumnya. Pasalnya, hingga April ini, sudah melebihi akumulasi warga Salatiga yang terkena DBD tahun sebelumnya.

“Tahun sebelumnya (2015) total penderita positif DBD ada 26 pasien. Namun tahun ini per hari ini, sudah ada 28 pasien. Saya kok khawatir siklus lima tahunan bergeser,” jelas Dinas Kesehatan Kota (DKK) dr Sovie Harjanti di ruang kerjanya, Senin (4/4).

Siklus lima tahun yang dimaksud Sovie adalah meledaknya jumlah penderita DBD. Tahun 2010 lalu, puluhan warga tergigit nyamuk aedes aygepti yang membawa penyakit. Bahkan DKK saat itu menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Kasus ini biasanya berulang lima tahun sekali atau disebut siklus DBD lima tahunan.

“Namun tahun kemarin jumlah pasien hanya 26 orang. Khawatirnya, siklus bergeser dan tahun ini akan meledak. Tapi harapannya tidak ada lagi tambahan pasien,” jelas dia.

Di sisi lain, wilayah wilayah endemi juga bergeser. Tahun ini per April, pasien terbanyak berasal dari Tegalrejo dengan 4 pasien.

Dijelaskan dia, memang yang utama adalah menjaga perilaku dengan memberantas sarang nyamuk yang ada di sekitar rumah. “Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) adalah syarat utama untuk menghilangkan DBD. Seperti yang dilakukan di Sidorejo yang menjadi pilot project nol jentik membuat pasien turun drastis,” papar dia.

Soal penanganan pasien, DKK memastikan melakukan prosedur yang ada. Soal pengasapan, akan dilakukan berdasarkan pasien yang positif DBD. Pernyataan itu diperkuat dengan keterangan rumah sakit yang merawat pasien. “Dimanapun pasien dirawat, RS harus memberikan laporan ke DKK,” jelas dia.

Pengasapan akan dilakukan dua kali dalam jangka seminggu untuk mematikan nyamuk. “Kalau PSN untuk mematikan jentik.” (sas/ton)