Pedagang Tuntut Tarif Retribusi Diturunkan

314

UNGARAN- Sebanyak 60 orang dari Paguyuban Pedagang Pasar Sumowono (P3S), Senin (4/4) siang kemarin, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Semarang. Pedagang meminta anggota DPRD Kabupaten Semarang dapat memfasilitasi permasalahan yang dihadapi pedagang. Salah satunya permasalahan tarif retribusi yang tidak sesuai. Selain itu, pedagang meminta Lurah Pasar Sumowono diganti. Sebab, dinilai tidak dapat mengatur pasar dengan baik.

Dalam audiensi tersebut dipimpin Ketua Komisi B, Basari, didampingi Sekertaris Komisi B, The Hok Hiong dan sejumlah anggota. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang, Muh Natsir juga hadir didampingi Kabid Pasar, Rini Sulistiyowati. Sedangkan dari Pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Sumowono diwakili Ketua Indardi, Sekretaris Sugiarto dan Bendahara Komariah.

“Kami baru saja masuk sudah ditarik retribusi. Semestinya kami harus penyesuaian dulu karena belum banyak pembeli yang datang. Tarif retribusi kios dan los semestinya diturunkan. Sebab, pasar Sumowono adalah pasar tingkat kecamatan, kenapa tarifnya harus mengikuti kelas kabupaten. Kami juga minta bebas retribusi saat pedagang libur jualan,” ungkap Ketua P3S Hendardji dalam audensi dengan Komisi B DPRD Kabupaten Semarang.

Hendarji membeberkan, tiga pekan terakhir pedagang yang menempati los ukuran 1,5 x 1,2 meter dipungut retribusi sekitar Rp 1.350 per los. Padahal mengacu Perda Retribusi Daerah, tarif retribusi sebesar Rp 600 per meter persegi jadi total pedagang harusnya dipungut Rp 1.080 per losnya. “Jika demikian ada selisih penarikan retribusi sekitar Rp 270. Kalau dikalikan jumlah pedagang total ada kelebihan Rp 162.000 per hari atau Rp 4.860.000 per bulan,” bebernya.