PENYALAHGUNAAN NARKOBA: Sejumlah petugas Kemenkumham saat mengecek hasil tes urine para pegawai. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYALAHGUNAAN NARKOBA: Sejumlah petugas Kemenkumham saat mengecek hasil tes urine para pegawai. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYALAHGUNAAN NARKOBA: Sejumlah petugas Kemenkumham saat mengecek hasil tes urine para pegawai. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYALAHGUNAAN NARKOBA: Sejumlah petugas Kemenkumham saat mengecek hasil tes urine para pegawai. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 164 pegawai unit pelaksana teknis (UPT) Pemasyarakatan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah menjalani tes urine dadakan. Hasilnya, delapan orang diduga positif mengonsumsi narkoba.

Kepala Kakanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Bambang Sumardiono mengatakan delapan orang yang dinyatakan positif tersebut langsung ditindaklanjuti dengan cara pengecekan lebih lanjut oleh dokter. Namun, hasil dari cek dokter dinyatakan positifnya bukan keterkaitan dengan narkoba. ”Ternyata setelah dicek oleh dokter ada kaitannya dengan sakitnya, bukan dinyatakan positif kaitanya narkoba. Apalah sakitnya saya kurang tahu. Kalau tindak lanjutnya berkaitan dengan sakit ya supaya cepat sembuh,” ujarnya. Selain mengadakan tes urine dadakan kepada pegawai di lingkungan jajarannya juga melakukan tes urine terhadap warga binaan lapas.