Colin dan Calvin Ingin Orang Tua Damai

330

SEMARANG – Perseteruan antara Vincent AA Canteart warga asal Belgia dengan istrinya Karminah alias Mimin, membuat sang anak Colin Canteart dan Calvin Canteart angkat bicara atas masalah perceraian kedua orang tuanya itu.

Dalam pengakuannya, Colin, 14, anak pertama dari Vincent dan Karminah mengaku, untuk saat ini masih ingin ikut ayahnya. Ia juga berharap proses hukum antara kedua orang tuanya berhenti dan berakhir damai.

Colin juga mengaku saat ini ikut pindah bersama ayahnya bukan karena dipaksa oleh ayah atau ibunya melainkan atas dasar kemauan sendiri. Namun demikian ia menyatakan tetap ingin sesekali bertemu ibunya. ”Saya pengen keluarga kami terjalin baik dan ada damai antara papa dan mama. Saya juga ikut papa karena kemauan sendiri, tapi sekali-kali tetap ingin ketemu mama,” kata Colin saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang dengan raut wajah bersedih, Senin (4/4) kemarin.

Colin mengaku, Kamis (31/3) kemarin dirinya bersama Calvin sempat datang ke rumah ibunya yang berada di Villa Aster II/R6 Kota Semarang dengan ditemani Vincent dan adiknya. Dalam pertemuan itu, ia berharap antara ayahnya dan ibunya berdamai, akan tetapi justru tangisan yang ia dapat karena kuasa hukum dari ibunya Iwan Salomo terus marah-marah kepada seisi ruangan sehingga suasananya kacau dan berantakan. ”Kemarin (Kamis, Red) saya menangis karena kuasa hukum mama (Iwan, Red) marah-marah jadinya suasana musyawarah berantakan. Dulu mama (Karminah, Red) juga pernah kirim-kirim pesan ke papa lewat tablet saya,” sebut siswa SMP Kelas 2 Singapore School Semarang ini.

Hal yang sama diutarakan, Calvin, 11, yang mengaku, juga ingin ikut ayahnya, namun alasannya hanya karena dia ingin terus bersama sang kakak Colin. Dengan sikap tak banyak bicara ia langsung bergegas meninggalkan kakaknya dan ayahnya. ”Calvin cuma mau ikut Colin di mana pun. Saya nyaman di mana pun yang penting ada Colin, ke Australia pun saya ikut. Intinya di mana pun saya mau asal ada kakak saya (Colin, Red),” kata Calvin yang masih duduk di bangku SD Kelas 6 Singapore School Semarang ini.

Sementara itu, Vincent menyatakan, tetap menginginkan mencari solusi yang terbaik demi kepentingan kedua anaknya, bukan demi kepentingan dirinya dan lainnya. Menurutnya solusi terbaik adalah mencari titik temu agar anak-anak tetap diperhatikan.

Sebelumnya, majelis hakim Mahkamah Agung (MA) dalam vonis kasasi menyatakan Karminah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana eksploitasi terhadap kedua anaknya sendiri dan menjatuhkan pidana penjara terhadap Karminah selama 6 bulan. (jks/sct/zal/ce1)