Pemprov Kurang Kreatif Tingkatkan Pendapatan

161

SEMARANG – DPRD mendesak agar Pemprov Jawa Tengah terus meningkatkan pendapatan daerah. Desakan ini cukup beralasan karena di 2015 penerimaan pendapatan tidak melampaui target. Padahal, banyak sektor yang bisa dioptimalkan demi meningkatkan pendapatan daerah.

Anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah, Sarwono menilai Pemprov kurang kreatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab, 2015 hanya mendapatkan Rp 16,828 triliun atau 92,35 persen dari target sebesar Rp 18,222 triliun. ”Artinya ini tidak mencapai target yang diharapkan. Harus ditingkatkan tahun ini,” katanya.

Pemprov diminta bekerja lebih keras untuk mencari celah agar penerimaan PAD bisa maksimal. Di sektor pajak kendaraan misalnya, banyak kendaraan luar daerah yang beroperasi di Jawa Tengah. Ini dapat dimaksimalkan dengan mewajibkan kendaraan balik nama, karena beroperasi di provinsi ini. ”Harus pandai mencari celah, jangan hanya fokus pada yang sudah dilakukan. Jika perlu harus jemput bola ke bawah,” ujarnya.

Selain itu masalah kesadaran masyarakat tertib pajak harus ditingkatkan. Saat ini banyak wajib pajak yang tidak tertib membayar pajak kendaraan. Padahal di sektor ini cukup besar sumbangsihnya untuk PAD di Jawa Tengah. Pemprov diminta dan lebih gencar menyosialisasikan pembayaran pajak. ”Ada sektor lain seperti misalnya destinasi wisata yang jika dikelola bisa meningkatkan pendapatan. Pemprov harus lebih kreatif,” tambahnya.

Dewan juga meminta agar pemprov mengevaluasi kinerja badan usaha milik daerah (BUMD). Selama ini banyak BUMD yang kurang maksimal kinerjanya sehingga tidak banyak menyumbang kontribusi untuk PAD. ”Harus ada evaluasi, jika tidak sesuai target disanksi agar mereka bekerja keras untuk Jateng,” tambahnya. (fth/ric/ce1)