Pemerintah Dinilai Tak Serius Bina Pemuda

363
SEMINAR : Ketua PBNU Kabupaten Semarang, Ahmad Hanik saat menyampaikan materi wawasan kebangsaan dengan tema Menghidupkan Nasionalisme Dalam Keseharian di Gedung IPHI Banyubiru, Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMINAR : Ketua PBNU Kabupaten Semarang, Ahmad Hanik saat menyampaikan materi wawasan kebangsaan dengan tema Menghidupkan Nasionalisme Dalam Keseharian di Gedung IPHI Banyubiru, Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMINAR : Ketua PBNU Kabupaten Semarang, Ahmad Hanik saat menyampaikan materi wawasan kebangsaan dengan tema Menghidupkan Nasionalisme Dalam Keseharian di Gedung IPHI Banyubiru, Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMINAR : Ketua PBNU Kabupaten Semarang, Ahmad Hanik saat menyampaikan materi wawasan kebangsaan dengan tema Menghidupkan Nasionalisme Dalam Keseharian di Gedung IPHI Banyubiru, Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BANYUBIRU-Anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang untuk membina kepemudaan sangat minim. Hal itu menjadi salah satu penyebab gagalnya membangun mental dengan wawasan kebangsaan memperkuat Kebhinekatunggalikaan.

“Pemerintah harus memberikan perhatian lebih tinggi lagi terhadap organisasi kepemudaan. Kita lihat di APBD, anggaran untuk kepemudaan minim, dibandingkan anggaran lain seperti anggaran mobil dinas. Padahal pendidikan pemuda bisa menjadi investasi tidak ternilai harganya,” tutur aktivis Paguyuban Petani Qariyah Thayyibah, Mujab, pagi kemarin dalam seminar Wawasan Kebangsaan dengan tema Menghidupkan Nasionalisme Dalam Keseharian yang digelar di Gedung IPHI Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Mujab mencontohkan, di Kabupaten Semarang ini banyak organisasi kepemudaan tidak berkembang dengan baik. Padahal melalui organisasi kepemudaan itu, dapat dilakukan pembinaan wawasan kebangsaan. Tak heran jika sekarang masih ada yang belum menerapkan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari. “Padahal dengan cinta tanah air yang kuat, maka upaya dan cita-cita bangsa yang adil dan makmur bisa tercapai. Namun kalau tidak ada nasionalisme, maka yang dipikir hanya kesejahteraan pribadi saja,” imbuhnya.