MERIAH : Salah satu lomba cacah cecek dalam Festival Pasar Rakyat Grogolan, paling menarik perhatian masyarakat dalam kegiatan yang digelar Minggu (3/4) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
MERIAH : Salah satu lomba cacah cecek dalam Festival Pasar Rakyat Grogolan, paling menarik perhatian masyarakat dalam kegiatan yang digelar Minggu (3/4) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
MERIAH : Salah satu lomba cacah cecek dalam Festival Pasar Rakyat Grogolan, paling menarik perhatian masyarakat dalam kegiatan yang digelar Minggu (3/4) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
MERIAH : Salah satu lomba cacah cecek dalam Festival Pasar Rakyat Grogolan, paling menarik perhatian masyarakat dalam kegiatan yang digelar Minggu (3/4) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Festival Pasar Rakyat yang digelar di Pasar Grogolan, Minggu (3/4) kemarin, berlangsung meriah. Festival yang menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pekalongan ke-110 bekerjasama dengan Yayasan Danamon Peduli tersebut, digelar beragam lomba yang melibatkan pedagang pasar.

Salah satu yang menarik perhatian adalah lomba cacah cecek (nangka muda). Lomba itu diikuti 10 peserta pedagang bahan baku megono itu. Salah satu peserta, Hj Sartumi, 75, peserta tertua dalam lomba tersebut. Perempuan yang sudah 25 tahun berdagang cecek itu, tidak gentar menghadapi peserta lain yang jauh lebih muda darinya. Sayang, saat perlombaan tangannya sempat terluka sehingga tidak bisa menyelesaikan tugasnya dengan maksimal.

Peserta lainnya, Sri Atun, 46, mengaku baru 3,5 tahun menekuni profesi berjualan cecek di Pasar Grogolan. Dalam sehari dari pukul 6 pagi hingga 11 siang, dia bisa menghabiskan 10 nangka muda. “Rata-rata habis segitu. Ramai kalau sedang ada hajatan,” kata dia yang mengaku belajar sendiri mencacah cecek.