Masyarakat Saling Berebut Gunungan

HUT ke-110

411
KOMPAK : Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Junaid dan Ketua DPRD Kota Pekalongan Balgis Dian saat membawa gunungan wayang, simbol sebagai pengayom pemerintahan pada pawai HUT Kota Pekalongan ke-110, Jumat (1/4) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
KOMPAK : Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Junaid dan Ketua DPRD Kota Pekalongan Balgis Dian saat membawa gunungan wayang, simbol sebagai pengayom pemerintahan pada pawai HUT Kota Pekalongan ke-110, Jumat (1/4) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
KOMPAK : Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Junaid dan Ketua DPRD Kota Pekalongan Balgis Dian saat membawa gunungan wayang, simbol sebagai pengayom pemerintahan pada pawai HUT Kota Pekalongan ke-110, Jumat (1/4) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
KOMPAK : Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Junaid dan Ketua DPRD Kota Pekalongan Balgis Dian saat membawa gunungan wayang, simbol sebagai pengayom pemerintahan pada pawai HUT Kota Pekalongan ke-110, Jumat (1/4) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Puncak peringatan HUT Kota Pekalongan ke-110, Jumat pagi (1/4) kemarin, diwarnai dengan rebutan gunungan berbagai bahan makanan oleh masyarakat sekitar. Gunungan bahan makanan tersebut, sebelumnya dikirab bersama dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, FKPD, pejabat Pemkot Pekalongan dan komunitas masyarakat dari Eks Pendopo Kabupaten Pekalongan hingga finis di Lapangan Jetayu.

Sampai di Lapangan Jetayu, terlebih dulu dilakukan istighotsah yang dipimpin langsung oleh KH Mustofa Bakri dan diikuti seluruh pejabat di lingkungan Pemkot Pekalongan dan masyarakat. Saat istighotsah selesai, masyarakat yang hadir langsung berdesak-desakan untuk memperebutkan gunungan berbagai bahan makanan namun ditahan oleh petugas yang berjaga.

Usai pemotongan tumpeng oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan, barulah warga langsung berdesakan memperebutkan gunungan yang berisi nasi bungkus, serta hasil bumi yang berisi buah-buahan, dan ikan yang dibawa oleh masing-masing kecamatan sesuai dengan potensi yang ada. Demi mendapatkan gunungan makanan, orang tua dan anak-anak juga tak mau kalah merangsek turut serta berebut. Lima gunungan yang disajikan pun ludes tanpa sisa.

Wali Kota Pekalongan, A Alf Arslan Djunaid berpesan bahwa gunungan tersebut bukan merupakan hal yang perlu dikultuskan. Dikatakan Alex, gunungan merupakan bentuk rasa syukur Pemkot Pekalongan dan masyarakat atas keberhasilan Kota Pekalongan selama ini. “Ini menandakan masyarakat sangat cinta terhadap kreativitas dan keragaman, sehingga menghasilkan prestasi yang diakui dunia,” kata Alex.

Untuk itu, Alex mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah turut serta dalam mendukung Pemkot Pekalongan sehingga berkembang lebih baik. “Kami dari Pemkot Pekalongan berupaya menghadirkan pemerintahan langsung di tengah masyarakat. Berupaya maksimal mengambil aspirasi langsung dari bawah melalui konsep brayan urip demi mewujudkan cita-cita dan harapan masyarakat,” tuturnya lagi.

Selain dengan masyarakat, dikatakan Alex pihaknya juga terus menjaga hubungan baik dengan FKPD untuk bersama membangun Kota Pekalongan. Dia menyatakan, Pemkot akan terus berupaya meningkatkan koordinasi sehingga masing-masing instansi bisa berkontribusi dalalm pembangunan sesuai kewajiban dan tugasnya.

Alex mengatakan, peringatan HUT Kota Pekalongan yang ke-110 memang dilaksanakan secara sederhana. “Kami memang sengaja menggelar peringatan HUT yang sederhana tanpa mengundang pejabat dari pusat. Kami hanya melibatkan komunitas masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam perayaan ini,” tandasnya. (nul/han/ida)