I Had the Best Day with You

279

zetizen

Sikapi dengan Cara Positif

Sebagai anak, kita tidak bisa memilih dari orang tua mana kita dilahirkan. Begitu pula saat kedua orang tua memutuskan untuk bercerai. Namun demikian, sebagai remaja kita tetap bisa memilih untuk menyikapi hal ini dengan cara-cara yang positif.

Konselor Keluarga dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, Imam Setyawan mengungkapkan, wajar bila rasa kecewa muncul dalam benak remaja ketika menghadapi perceraian orang tua, terlebih bila harus tinggal terpisah dari salah satunya. “Namun demikian, sebagai remaja sudah saatnya untuk memahami, bahwa keputusan tersebut adalah pilihan kedua orang tua, dan tidak perlu ada rasa bersalah dengan keputusan mereka,” ujarnya.

Begitu pula saat kita dihadapkan pada situasi tinggal bersama salah satu dari mereka, ayah atau bunda. Jelas bukan pilihan yang menyenangkan. Toh, ya begitulah situasinya. Tetap menjalin komunikasi yang baik dengan keduanya menjadi upaya untuk meminimalisir rasa kehilangan dari salah satunya. “Baik tinggal dengan ayah atau bunda, tetap jalin komunikasi. Tanamkan bahwa ayah tetaplah ayah kita, meski tidak lagi serumah, begitu juga sebaliknya, bila kita tinggal dengan ayah, maka bunda tetaplah bunda kita,”ujarnya.

Oya, untuk masalah tingal dengan ayah atau bunda, pria yang juga Ketua Pusat Pemberdayaan Keluarga (PPK) ini memperbolehkan kita untuk mengungkapkan pendapat, dengan alasan-alasannya. “Silahkan kalian ungkapkan pada keduanya, mau tinggal dengan ayah atau bunda atau sistem yang seperti apa, lengkap dengan alasannya,”ujar Imam.(dna/zal)

zet0204

Medsos Bukan Sarana Obral Masalah Keluarga

Sebagai generasi yang tumbuh di dunia full gadget, media sosial (medsos) juga menjadi bagian dari kita. Ada kalanya kita nggak tahan, gatel, tergoda untuk meng-upload keseharian di media ini, termasuk juga berkeluh kesah, meluapkan kekesalan ataupun kekecewaan.

Namun menurut Konselor Keluarga dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, Imam Setyawan, mengobral permasalahan keluarga, konflik ayah bunda di media sosial bukanlah sebuah langkah yang bijak. “Hal-hal semacam itu tidak menyelesaikan masalah, dan permasalahan pribadi, permasalahan orang tua bukan untuk diumbar di publik,” ujarnya.

Tapi tenang, menurutnya, sebagai remaja yang tumbuh dengan orang tua yang berpisah, kita masih tetap bisa aktif mengisi lembar-lembar media sosial dengan aktivitas kita bersama orangtua. Sampaikan hal-hal positif di sini, dengan begitu justru dukungan yang menguatkan akan lebih banyak mengalir. “Kita bisa unggah kebersamaan kita saat bersama ayah atau bunda, atau mungkin saat bertemu dengan keduanya,” ujarnya. (dna/zal)