Gunakan Pestisida dari Bahan Alam, Andalkan Ilmu Titen

Ragil Giali, Warga Jambu yang Kembangkan Durian Organik Sitoro

409
DURIAN ORGANIK: Pemilik kebun durian organik Sitoro, Ragil Giali (tengah) bersama buruh panennya. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DURIAN ORGANIK: Pemilik kebun durian organik Sitoro, Ragil Giali (tengah) bersama buruh panennya. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DURIAN ORGANIK: Pemilik kebun durian organik Sitoro, Ragil Giali (tengah) bersama buruh panennya. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DURIAN ORGANIK: Pemilik kebun durian organik Sitoro, Ragil Giali (tengah) bersama buruh panennya. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Durian impor mulai menyerang pasar Jateng. Terlebih ketika stok panen durian lokal sudah habis. Alasan itulah yang membuat petani durian di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Ragil Giali, mengoptimalkan cita rasa durian lokal agar tidak tergeser durian impor. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

ASUPAN nutrisi pohon durian ternyata sangat memengaruhi cita rasa buahnya. Terbukti, hasil panen durian jenis Sitoro milik Ragil Giali agak berbeda dari hasil perkebunan lain. Pria berumur 65 tahun ini sengaja mengonsep nutrisi organik untuk 70 pohon durian di areal seluas 8 ribu hektare miliknya sejak 1981.

Puasa pupuk kimia itu telah membuahkan hasil. Buah durian di kebunnya cukup lezat. Dagingnya tebal, berserat, dan nyaris tidak berair. Meski dikonsumsi banyak pun, tidak menimbulkan rasa pusing. Karena itu, jangan heran jika Komunitas Pencinta Rasa Durian Jawa Tengah selalu mampir ke kebun milik Ragil ketika dikabari sedang panen.