Anggarkan Penyerapan Gabah Rp 20 T

Mentan Prihatin Harga Gabah Turun

324
PANEN RAYA : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau panen raya padi di Desa Bungo, Kecamatan Wedung, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN RAYA : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau panen raya padi di Desa Bungo, Kecamatan Wedung, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN RAYA : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau panen raya padi di Desa Bungo, Kecamatan Wedung, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN RAYA : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau panen raya padi di Desa Bungo, Kecamatan Wedung, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman meminta Pemkab Demak meningkatkan produksi padi untuk mendorong pembangunan daerah di masa mendatang. Pasalnya, anggaran pertanian yang dikucurkan untuk Demak sangat besar, sehingga mestinya diikuti dengan meningkatkan produksi pertaniannya.

“Bulog harusnya cepat menyerap hasil panen petani. Sebab, Bulog berperan sebagai stabilisator harga gabah supaya petani tidak merugi,” kata Mentan Amran saat panen raya di Desa Bungo, Kecamatan Wedung, kemarin.

Dia mengungkapkan, pada panen kali ini diperkirakan hasil panen mencapai 26 juta hingga 27 juta ton di seluruh Indonesia. Sedangkan, puncak panen jatuh pada Maret serta April 2016 ini. Di beberapa daerah, harga gabah pernah turun hingga Rp 2.800 sampai Rp 3.200 per kilogram. Penurunan ini antara lain terjadi di Demak, Ngawi, dan Sragen. “Kondisi ini sangat memprihatinkan,” tandasnya.