PEDULI KESEHATAN: Pengobatan gratis yang digelar RS Pelita Anugerah di Gereja Baptis Indonesia (GBI) Peterongan. (ISTIMEWA)
PEDULI KESEHATAN: Pengobatan gratis yang digelar RS Pelita Anugerah di Gereja Baptis Indonesia (GBI) Peterongan. (ISTIMEWA)
PEDULI KESEHATAN: Pengobatan gratis yang digelar RS Pelita Anugerah di Gereja Baptis Indonesia (GBI) Peterongan. (ISTIMEWA)
PEDULI KESEHATAN: Pengobatan gratis yang digelar RS Pelita Anugerah di Gereja Baptis Indonesia (GBI) Peterongan. (ISTIMEWA)

MRANGGEN- Rumah sakit (RS) Pelita Anugerah bekerjasama dengan Gereja Baptis Indonesia (GBI) Peterongan, Semarang menyelenggarakan acara pengobatan gratis, Minggu (27/3) lalu. Kegiatan ini digelar di GBI Peterongan Jalan Kompol Maksum 272 Semarang pada pukul 10.00 -13.00.

Direktur RS Pelita Anugerah dr Hestu Waluyo Mkes mengatakan, kegiatan pengobatan gratis tersebut digelar sebagai salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) rumah sakit di Jalan Bandungrejo Km 11,5 Mranggen, Demak ini. “RS Pelita Anugerah berusaha berpartisipasi secara aktif dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Demak dan sekitarnya, yang kali ini juga bagi warga kurang mampu di Semarang,” ujarnya dalam rilis yang diterima Jawa Pos Radar Semarang.

Dalam kegiatan itu, tim pelayanan kesehatan dari RS Pelita Anugerah yang diterjunkan terdiri atas seorang dokter dan sembilan staf rumah sakit serta dibantu tiga orang dokter dari GBI Peterongan. “Peserta tidak dikenakan biaya mulai dari pendaftaran, konsultasi dan pemeriksaan gula darah oleh dokter, hingga pemberian obat secara gratis,” katanya.

Selain itu, pihak gereja memberikan bingkisan kepada para peserta yang mengikuti acara ini. Ada 104 warga yang mengikuti acara pengobatan gratis yang terdiri atas anak-anak, dewasa, hingga lansia. Peserta kegiatan tidak hanya warga gereja, namun juga masyarakat sekitar. “Dengan acara ini masyarakat bisa lebih mengenal RS Pelita Anugerah sebagai rumah sakit rujukan dari dokter, bidan, maupun puskesmas di sekitar Demak dengan fasilitas dan tenaga kesehatan yang profesional,” ujarnya. (*/aro)