ASAH KEMAMPUAN: Atlet biliar putri Jateng Nur Sukmawati mendapat kesempatan bertanding melawan lawan-lawan tangguh di Perancis. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ASAH KEMAMPUAN: Atlet biliar putri Jateng Nur Sukmawati mendapat kesempatan bertanding melawan lawan-lawan tangguh di Perancis. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ASAH KEMAMPUAN: Atlet biliar putri Jateng Nur Sukmawati mendapat kesempatan bertanding melawan lawan-lawan tangguh di Perancis. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ASAH KEMAMPUAN: Atlet biliar putri Jateng Nur Sukmawati mendapat kesempatan bertanding melawan lawan-lawan tangguh di Perancis. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pebiliar putri Jateng Nur Sukmawati diberangkatkan ke di Perancis hingga bulan Agustus 2016 mendatang untuk berkompetisi. Kesempatan emas akan sangat berarti baginya, sebelum tampil di PON XIX/2016 Jabar,

Menurut Wakil Ketua Umum Pengprov POBSI Jateng, Buntat, berangkatnya Nur ke Perancis akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Jateng untuk mewujudkan ambisi mereka meraih medali di ajang multievent tersebut September mendatang. “Jadi Sukma (panggilan Nur Sukmawati, Red) mendapatkan kesempatan pribadi untuk mengikuti Europe Tour di Perancis. Tentunya itu menjadi kesempatan yang cukup berharga bagi Sukma untuk mengasah kemampuan dengan berlatih bersama atlet-atlet Internasional,” kata Buntat.

Sepulang dari Perancis, kemampuan Sukma diharapkan meningkat, baik teknik maupun mental. Di PON 2016 mendatang, di sektor putri, Sukma akan mendapatkan lawan tangguh. “DKI masih memiliki Angelin Ticoalu yang masih dianggap sebagai ratu biliar Indonesia. Kemudian Jabar juga memiliki Amanda Rahayu yang di PON 2012 lalu milik Jateng namun memutuskan pindah ke Jabar,” terangnya.

Saat ini Pelatda biliar Jateng diikuti oleh 10 pemain tersisa yang juga telah memastikan tiket ke PON Jabar. Ke-10 pebiliar Jateng tersebut adalah Ricky Yang, Tan Kiong An, Yoni Rahmanto, Sumarno, Rahman, Hananto, Bambang Susilo serta Rico Delawijaya di kelompok putra. Kemudian di putri ada Aditya Ningrum, Vinda dan Nur Sukmawati. (bas/smu)