MAKIN DEKAT: Gelandang PSIS M Yunus, saat berlatih kemarin di Stadion Jatidiri. PSIS terus melakukan persiapan menyambut kompetisi ISC B mendatang. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAKIN DEKAT: Gelandang PSIS M Yunus, saat berlatih kemarin di Stadion Jatidiri. PSIS terus melakukan persiapan menyambut kompetisi ISC B mendatang. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAKIN DEKAT: Gelandang PSIS M Yunus, saat berlatih kemarin di Stadion Jatidiri. PSIS terus melakukan persiapan menyambut kompetisi ISC B mendatang. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAKIN DEKAT: Gelandang PSIS M Yunus, saat berlatih kemarin di Stadion Jatidiri. PSIS terus melakukan persiapan menyambut kompetisi ISC B mendatang. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Setelah hampir dua tahun vakum, harapan masyarakat Kota Semarang untuk bisa menyaksikan PSIS berkompetisi sebentar lagi akan menjadi kenyataan. Kompetisi kasta kedua, Indonesia Soccer Championship (ISC) B yang akan diikuti PSIS, hampir pasti akan mulai digeber 30 April mendatang, yang berrati tinggal satu bulan lagi.

Jadwal kick-off tersebut mundur dari jadwal semula yang sebelumnya direncanakan dimulai 23 April 2016 menjadi 30 April 2016. “Meskipun ada perubahan jadwal kickoff namun pihak operator sudah mengirimkan manual liga maupun rencana format kompetisi. Itu artinya kompetisi ISC B sudah memasuki taraf persiapan yang lebih matang dan kemungkinan akan tetap digelar,” kata Manajer tim PSIS Semarang, Wahyu ‘Liluk’ Winarto. Menurut Liluk, tim berjuluk Mahesa Jenar itu telah mendapatkan pemberitahuan resmi dari operator kompetisi PT Gelora Trisula Semesta (GTS).

Dari manual liga yang telah dikirimkan, Liluk mengatakan ada perubahan jumlah peserta dimana tadinya ISC B akan diikuti oleh 59 tim berkurang menjadi 53 tim saja dan akan tetap dibagi menjadi enam grup pertandingan. “Untuk kepastian mengenai format dan aturan lain akan diumumkan oleh pihak operator dalam temu manajer 4 April besok. Ya mudah-mudahan semua berjalan lancar tanpa kendala sehingga kompetisi bisa segera diputar,” sambung Liluk.