SEMARANG – Pusat Informasi Publik (PIP) milik Pemerintah Kota Semarang masuk Top 99 dalam kompetisi Inovasi pelayanan publik 2016 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan) RI. Jumlah peserta yang mengikuti kompetisi tersebut sebanyak 2.476 yang berasal dari lembaga, kementerian, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.

Kabag Pengolah Data Elektronik (PDE) Setda Kota Semarang, Nana Storada menjelaskan, keunggulan utama Pusat Informasi Publik (PIP) yakni memberikan tiga pelayanan publik dalam satu atap. Menurutnya, sistem baru ada satu di Indonesia dan hanya di Kota Semarang. ”Tiga pelayanan tersebut yakni layanan permohonan data dan informasi, P3M (pusat pengelolaan pengaduan masyarakat) dan fasilitas yang bisa diakses masyarakat secara gratis,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Nana membeberkan, PIP dibagi menjadi tiga area. Lantai pertama masyarakat bisa mengakses komputer terkoneksi internet secara gratis, tempat rapat gratis, dan tempat kerjasama gratis. Lantai dua terdapat bioskop mini dan ruang desk. ”Untuk outdoor terdapat akses difabel, musala, dan kafe,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku senang dan memberi apresiasi karena Kementerian PAN telah memasukkan dalam TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik 2016. Ia berharap, ke depannya PIP masuk 35 besar lalu masuk tiga besar. ”Pada 1 April mendatang saya diundang Kementerian PAN untuk memaparkan kepada tim penilai,” akunya.

Ia menambahkan, PIP merupakan bagian dari Pemkot Semarang untuk melayani masyarakat secara terbuka dan transparan. ”Jika akhirnya diapresiasi Kementerian PAN, saya mewakili masyarakat Kota Semarang tentu ikut bangga dan senang,” sambungnya.

Hal tak jauh beda diungkapkan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi. Ia mengaku menyambut baik adanya penghargaan tersebut. Menurutnya, Keberadaan PIP membuktikan adanya keterbukaan Pemkot Semarang. ”Saat ini yang perlu dilaksanakan yakni perbaikan sumber daya manusia yang bisa mendukung program keterbukaan pemerintah. Tanpa aparat atau SDM yang baik program tersebut tidak bisa berjalan sukses,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Supriyadi menambahkan, keberadaan PIP menjadi inspirasi dirinya untuk menerapkan parlemen modern. Dengan adanya parlemen moderen, DPRD Kota Semarang diharapkan lebih interaktif lagi dengan masyarakat. ”Sehingga nantinya tidak ada sekat di antara masyarakat dan wakilnya. Harapan kami parlemen modern bisa mencapai kinerja dewan yang lebih berkualitas,” pungkasnya. (fai/zal/ce1)