EVAKUASI KORBAN : Sejumlah warga dan pekerja perbaikan jalan saat melakukan proses evakuasi terhadap Ismanto yang menjadi korban reruntuhan, di Pageruyung, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EVAKUASI KORBAN : Sejumlah warga dan pekerja perbaikan jalan saat melakukan proses evakuasi terhadap Ismanto yang menjadi korban reruntuhan, di Pageruyung, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EVAKUASI KORBAN : Sejumlah warga dan pekerja perbaikan jalan saat melakukan proses evakuasi terhadap Ismanto yang menjadi korban reruntuhan, di Pageruyung, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EVAKUASI KORBAN : Sejumlah warga dan pekerja perbaikan jalan saat melakukan proses evakuasi terhadap Ismanto yang menjadi korban reruntuhan, di Pageruyung, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Seorang pekerja perbaikan Jalan Kendal-Temanggung di ruas Pageruyung tertimbun reruntuhan tanah hingga mengubur tubuhnya hidup-hidup. Korban diketahui bernama Ismanto, 35, warga Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal.

Beruntung kejadian tersebut segera diketahui oleh pekerja lainnya. Sehingga korban Ismanto bisa segera diselamatkan. Namun akibat longsor tersebut, korban mengalami luka-luka cukup serius, akibat reruntuhan berupa batu dan tanah yang mengubur tubuhnya. Diduga, tanah longsor terjadi diakibatkan kondisi tanah labil dan disertai getaran akibat kendaraan berat yang melintas. Korban tertimpa tanggul jalan setinggi empat meter yang ambrol dan longsor.

Kejadian bermula saat korban sedang memasang kawat beton di bawah. Tiba-tiba tanah dari atas longsor dan mengubur kaki hingga badannya. Melihat kejadian tersebut, sejumlah pekerja lainnya langsung turun ke bawah dan menolong korban yang tertimbun tanah longsor.

Sementara kondisi korban saat ini masih lemas lantaran kakinya tertimpa batu sehingga tidak bisa keluar. Bahkan korban juga nyaris tertimpa tiang telepon yang ikut longsor. “Saya tidak bisa keluar, kaki saya lemes semua dari kaki sampi dada tertimpa reruntuhan berupa tanah yang bercampur batu. Sehingga tubuh saya tergencet dan terjepit reruntuhan longsoran tersebut,” ujar korban, Ismanto, Rabu (30/3) kemarin.

Diakuinya, longsor terjadi secara tiba-tiba, sehingga dirinya tidak bisa menyelamatkan diri begitu longsor menimpanya. “Kondisi badan langsung lemas semua. Mau keluar dari reruntuhan, kesulitan. Bahkan teriak minta tolong pun tidak bisa,” akunya.

Pengawas proyek penahan jalan, Abdul Qodir mengatakan bahwa korban sedang berada di bawah memasang kawat untuk pengecoran penahan jalan. “Diduga karena getaran kendaraan yang melintas di atasnya, tanah menjadi labil dan longsor. Korban yang sendirian berada di bawah tertimpa longsoran dan nyaris mengubur tubuhnya,” jelasnya.

Evakuasi korban membutuhkan waktu hampir setengah jam. Pasalnya posisi kaki korban terjepit dan tertimbun tanah. Pekerja yang menolong korban juga harus berhati-hati, pasalnya tanah di atasnya rawan longsor oleh getaran kendaraan yang melintas. Warga terpaksa menutup jalan agar tidak ada kendaraan yang melintas dan evakuasi menggunakan alat seadanya. Usai dievakuasi, korban langsung diangkat dan diangkut kendaraan untuk dibawa ke Rumah Sakit Islam Weleri Kendal. (bud/ida)