Kepincut Mobil Antik

931
Stefanus Agung Santyoso (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Stefanus Agung Santyoso (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Stefanus Agung Santyoso (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Stefanus Agung Santyoso (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MOBIL antik memang nyentrik. Meski perawatannya tergolong ribet, tapi punya nilai seni tersendiri untuk sebagian orang. Tidak terkecuali bagi Stefanus Agung Santyoso. General Manager Hotel Fovere Semarang ini kepincut dengan Volvo seri 960 keluaran 1994.

”Paling asyik itu justru ketika berburu onderdil. Volvo kan sekarang nyarinya susah. Dan kesusahan ini lah seninya,” ujarnya. Stefanus biasanya berburu via online meski tidak sampai merambah e-bay. Jika sudah mentok tidak dapat barang yang diburu, biasanya dia langsung mengontak komunitas pecinta Volvo.

”Kalau pas niat, hunting langsung ke beberapa toko atau kolektor di Cirebon. Di sana memang terkenal gudangnya spare part Volvo. Jakarta juga,” beber pria kelahiran Jakarta, 28 Mei 1972 ini.

Dalam perburuannya, Stefanus lebih memilih barang yang berstatus new old stock (NOS). Barang ini baru, bahkan ada yang masih segel, tapi tidak pernah dipakai. Biasanya (NOS) dibanderol dengan harga yang sama ketika membeli. Jadi tergolong murah. ”Hunting-nya macam-macam. Dari mesin, sampai variasi,” imbuhnya.

Dia mengaku, meski tunggangannya sudah uzur, tapi masih tangguh ketika mengaspal. Bahkan sampai sekarang, belum pernah ngadat di jalan meski digunakan untuk aktivitas sehari-hari. ”Justru kalau tidak pernah dipakai, mobil akan ’sakit’. Gampang ngadat. Minimal akinya tekor. Jadi memang harus sering digunakan dan servis rutin setiap bulan atau ketika mobil dirasa kurang fit,” ujarnya. (amh/ric/ce1)