GIGIH: Slamet Riyadi saat mengadu ke DPRD Kabupaten Semarang. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GIGIH: Slamet Riyadi saat mengadu ke DPRD Kabupaten Semarang. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GIGIH: Slamet Riyadi saat mengadu ke DPRD Kabupaten Semarang. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GIGIH: Slamet Riyadi saat mengadu ke DPRD Kabupaten Semarang. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Meski sudah tidak berstatus suami istri, namun karena rasa sayangnya yang dalam, membuat Slamet Riyadi, 43, rela berjuang memulangkan mantan istrinya, Isnaini, 33, yang sudah 14 tahun menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO

STATUS perkawinan boleh berpisah. Namun perasaan sayang yang mengikat antara Slamet Riyadi dan Isnaini, keduanya warga Dusun Rejosari Kidul, Desa Rowosari RT 3 RW 4, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, tak bisa dipisahkan oleh apapun. Inilah yang membuat Slamet selama 14 tahun gigih memperjuangkan Isnaini pulang dari Arab Saudi, meski enam tahun terakhir mereka tak lagi menyandang status suami dan istri.

”Delapan tahun sejak keberangkatan Isnaini ke Arab Saudi, ibu mertua minta saya nikah lagi, dan akan bertanggung jawab masalah keberatannya Isnaini. Akhirnya kami cerai, tapi saya tidak pernah nikah lagi. Saat saya sampaikan ke Isnaini, dia bilang, karena saya mempertahankan dirinya dan sudah berjuang, maka akan menikah lagi dengan saya setelah pulang,” kata Slamet Riyadi usai mengadu ke Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Semarang.