CEK MAKANAN : Petugas tim gabungan Pemkab Pekalongan sedang melakukan pengecekan makanan tak layak konsumsi yang beredar di pasaran, Pasar Induk Kajen, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK MAKANAN : Petugas tim gabungan Pemkab Pekalongan sedang melakukan pengecekan makanan tak layak konsumsi yang beredar di pasaran, Pasar Induk Kajen, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK MAKANAN : Petugas tim gabungan Pemkab Pekalongan sedang melakukan pengecekan makanan tak layak konsumsi yang beredar di pasaran, Pasar Induk Kajen, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK MAKANAN : Petugas tim gabungan Pemkab Pekalongan sedang melakukan pengecekan makanan tak layak konsumsi yang beredar di pasaran, Pasar Induk Kajen, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Ratusan jajanan anak yang dijual oleh pedagang di pasar tradisional Pasar Induk Kajen, Wonopringgo dan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, sebagian besar sudah kadaluarsa dan berjamur. Jajanan tersebut langsung disita oleh petugas operasi gabungan yang terdiri atas Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Perindagkop), Satpol PP, Bagian Perekonian, dan Polres Pekalongan, Selasa (29/03) kemarin.

Dalam sidak tersebut, petugas kali pertama menyusuri Pasar Wonopringgo dan Karanganyar. Ternyata di kedua pasar tradisional tersebut, petugas tidak banyak menemukan jajanan kadaluarsa. Lantaran tidak banyak penjual jajanan anak dalam bentuk kemasan, hanya jajanan pasar dari kampung.

Sedangkan temuan jajanan kadaluarsa dan menjamur, baru ditemukan ketika tim gabungan mendatangi Pasar Induk Kajen, Di pasar tersebut, banyak ditemukan jajanan anak yang sudah menjamur, namun tetap dipasarkan dan dijual dengan harga miring. Seperti ager-ager, minuman dalam kemasan yang rusak, roti dan sosis berjamur, maupun susu kemasan kadaluarsa.