Penjualan Rumah Mulai Meningkat

660

SEMARANG – Setelah tahun lalu dilanda kelesuan, saat ini bisnis properti mulai menggembirakan. Penjualan rumah hingga akhir triwulan pertama terus menunjukkan peningkatan. Terlihat dari potensi penjualan pada pameran perumahan Real Estate Indonesia (REI) Jateng ke-3 yang mencapai 60 unit. Jumlah tersebut meningkat dari pameran bulan sebelumnya dengan potensi penjualan sebanyak 51 unit.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya, penjualan perumahan selama awal tahun ini cukup menggembirakan,” ujar anggota DPD REI Jateng Bidang Promosi, Humas dan Publikasi, Juremi, di sela penutupan pameran REI Expo ke-3, Selasa (29/3) kemarin.

Menurutnya, penjualan perumahan terus meningkat salah satunya disebabkan oleh suku bunga perbankan yang sudah mulai turun. Hal ini memberikan angin segar bagi para calon pembeli rumah. “Sebelumnya suku bunga KPR sekitar 10 persen, sekarang turun jadi sekitar 9 persen. Dengan turunnya suku bunga berarti angsuran juga menurun, hal ini tentu melegakan bagi para calon pembeli,” paparnya.

Kemudian dari sebanyak 18 pengembang yang mengikuti pameran, sebagian besar memasarkan unit-unit rumah untuk kelas menengah hingga ke atas, termasuk juga dua pengembang untuk apartemen. Dengan harga jual di kisaran Rp 350 juta hingga di atas Rp 700 juta. “Penjualan terbanyak di kisaran Rp 350 juta, karena biasanya ini adalah rumah pertama. Sedangkan untuk di atas Rp 700 juta, tidak terlalu banyak, karena biasanya ini dijadikan rumah kedua, ketiga dan seterusnya. Jadi untuk investasi, bukan kebutuhan utama,” jelasnya.

Ia memperkirakan, potensi penjualan masih akan terus meningkat hingga menjelang lebaran, sedikit menurun pada lebaran, dan kembali meningkat hingga puncaknya pada Oktober hingga Desember. Hal ini sesuai tren di mana saat lebaran, dana beralih ke pemenuhan kebutuhan yang lain. “Selain itu, biasanya calon pembeli tidak langsung deal saat pameran, tapi mereka keliling dulu, survei cek lokasi. Baru setelah itu mereka memutuskan membeli unit rumah di daerah yang disukai,” pungkas Juremi. (dna/smu)