Mengandung Radikalisme, 623 Buku Ajar PAUD Dimusnahkan

1107
DIMUSNAHKAN : Buku ajar PAUD yang mengandung radikalisme dimusnahkan dengan cara dibakar oleh kapolres dan dinas/ instansi terkait di Pemalang. (M RIDWAN/RADAR PEMALANG/JPNN)
DIMUSNAHKAN : Buku ajar PAUD yang mengandung radikalisme dimusnahkan dengan cara dibakar oleh kapolres dan dinas/ instansi terkait di Pemalang. (M RIDWAN/RADAR PEMALANG/JPNN)
DIMUSNAHKAN : Buku ajar PAUD yang mengandung radikalisme dimusnahkan dengan cara dibakar oleh kapolres dan dinas/ instansi terkait di Pemalang. (M RIDWAN/RADAR PEMALANG/JPNN)
DIMUSNAHKAN : Buku ajar PAUD yang mengandung radikalisme dimusnahkan dengan cara dibakar oleh kapolres dan dinas/ instansi terkait di Pemalang. (M RIDWAN/RADAR PEMALANG/JPNN)

PEMALANG–Sebanyak 623 buku ajar Metode Belajar Membaca Praktis bagi anak PAUD yang mengandung unsur radikalisme dimusnahkan. Pemusnahan buku yang sempat beredar di pasaran tersebut dilakukan dan disaksikan oleh Kapolres, Wakil Bupati Pemalang H Martono, Kasdim 0711 Pemalang, Mayor Inf. Ahmad, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua DPRD, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Pemalang, Kepala Dindikpora, Ketua MUI, Ketua FKUB Kabupaten Pemalang, Wakapolres Pemalang, di halaman mapolres setempat, Selasa (29/3) kemarin.

Kapolres Pemalang, AKBP Kingkin Winisuda dalam sambutanya menyampaikan bahwa permasalahan radikalisme yang berkembang di Indonesia khususnya di Kabupaten Pemalang sangat menghawatirkan. Hal itu terbukti dengan tertangkapnya beberapa oknum pelaku terorisme yang berasal dari Kabupaten Pemalang.

“Pemusnahan buku itu mendasari surat dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masayarakat nomor 109/C/c2/D2/ 2016 tanggal 21 Januari 2016 perihal pelarangan bahan ajar PAUD yang mengandung unsur kekerasan,” jelasnya.