Jalani Hidup dengan Penuh Sukacita

489
PASKAH: Nania Idol menyanyikan lagu rohani dalam Ibadah dan Perayaan Paskah UKSW Salatiga. (IST)
PASKAH: Nania Idol menyanyikan lagu rohani dalam Ibadah dan Perayaan Paskah UKSW Salatiga. (IST)
PASKAH: Nania Idol menyanyikan lagu rohani dalam Ibadah dan Perayaan Paskah UKSW Salatiga. (IST)
PASKAH: Nania Idol menyanyikan lagu rohani dalam Ibadah dan Perayaan Paskah UKSW Salatiga. (IST)

SALATIGA – Lagu pujian berjudul Bagai Rajawali mengawali penampilan Nania Kurniawati Yusuf atau yang lebih dikenal dengan Nania Idol dalam Ibadah dan Perayaan Paskah Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Senin (28/3) di Lapangan Basket UKSW. Di tengah cuaca terik, tak hentinya Nania mengucap rasa syukur memperoleh kesempatan hadir di tengah-tengah civitas akademika UKSW untuk berbagi berkat.

Menggunakan setelan hitam, jebolan ajang Indonesian Idol musim pertama ini menyanyikan lima buah pujian. Antara lain berjudul Karya Terbesar, Allah Sanggup, dan sebuah lagu berjudul Lingkupiku yang dinyanyikannya bersama dua orang mahasiswa anggota Voice of SWCU. Tidak hanya mempersembahkan suara merdunya, Nania juga membagikan pengalaman rohaninya.

“Saya tahu bahwa menjadi seorang Kristiani berarti saya harus siap memanggul salib-Nya. Namun Tuhan meminta agar kita sebagai umatnya senantiasa berserah dan mengandalkan kuasa doa,” tuturnya.

Masih dalam suasana Paskah Nania berpesan kepada civitas akademika UKSW yang hadir untuk menjalani hidup dengan penuh sukacita. “Kesakitan di masa lalu janganlah kita bawa di masa depan. Jalanilah hidup dengan penuh sukacita,” ujar Nania.

Paskah UKSW tahun ini mengangkat tema Kebangkitan Yesus Sebagai Momentum Rekonsiliasi dengan Tuhan dan Sesama. Hadir sebagai pelayan firman yaitu Pendeta Ari Mustyorini dari Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Gresik.

Ari mengatakan bahwa Paskah merupakan panggilan untuk hidup baru dan hidup yang berguna bagi orang lain. Ia mengajak kepada seluruh jemaat untuk meneladani kisah hidup Yesus yang rela mengorbankan diri bagi umat-Nya meskipun telah dikhianati dan ditinggalkan. “Masa Paskah hendak mengingatkan kepada kita untuk hidup dalam perdamaian serta hadir bagi orang-orang yang telah menyakiti kita,” pesannya kepada civitas. (sas/ton)