Satya Bilal (Istimewa)
Satya Bilal (Istimewa)
Satya Bilal (Istimewa)
Satya Bilal (Istimewa)

SEMARANG – Momen Hari Film Nasional yang jatuh hari ini dapat dijadikan pijakan bagi para sineas lokal untuk bekerja lebih keras memikat hati penonton. Sebab, para penggemar film masih lebih tertarik dengan film-film box office yang didominasi berasal dari barat.

Menurut survei yang dilakukan Online Digital and Media Agency bekerja sama dengan Jakpat Leading Platform Survey, penggemar film di Jawa Tengah lebih memilih menonton film box office. Hanya sedikit yang berminat menonton film dengan tema atau unsur lokal.

Director dan Project In Charge Online Digital and Media Agency, Satya Bilal mengatakan sebanyak 82,89 persen responden yang disurvei lebih menyukai film box office dan hanya 17,11 persen memilih film Indonesia. ”Mereka rata-rata menonton bioskop jika ada film favorit. Jumlahnya mencapai 60,52 persen,” ujarnya. Sedangkan 23,68 persen pergi ke bioskop sebulan sekali, 9,21 persen dua minggu sekali, dan 6,58 persen setiap minggu.

Pihaknya melakukan riset online survei kepada moviegoers di Jawa Tengah dengan usia mulai 20 tahun hingga 40 tahun. Responden didominasi pria dengan jumlah hampir 53,6 persen yang lebih suka menonton film di bioskop daripada perempuan. ”Pelajar, mahasiswa dan eksekutif muda memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk menonton bioskop di Kota Semarang,” katanya.

Menurut Satya, sebagai alternatif hiburan di Kota Semarang, bioskop merupakan pilihan favorit. Terbukti sebagian besar penggemar film memilih menonton bioskop dua sampai tiga kali dalam sebulan.

Semarang yang merupakan ibu kota provinsi Jawa Tengah menjadi tolok ukur minat moviegoers dalam menonton film di bioskop. Seperti kita ketahui di Semarang terdapat 3 bioskop aktif seperti di Citra XXI Mal Ciputra, Paragon XXI Mal Paragon, dan E Plaza 21. Media sosial masih menjadi andalan untuk memberikan gambaran bagi penonton bioskop di Kota Semarang.

Melihat kecenderungan tersebut, dia berharap Pemkot Semarang merangkul komunitas film, komunitas penonton film dan sineas untuk bisa membuat program bersama. Tujuannya menggiatkan minat dalam mendukung perkembangan film Indonesia di bioskop. Sehingga tidak hanya film box office yang merajai bioskop di Kota Semarang, tapi juga film Indonesia, terutama yang dibuat oleh sineas-sineas asal Kota Semarang.

Dikatakannya, Hari Film Nasional yang bertema ’Film Indonesia Adalah Kita’ memiliki momentum yang tepat karena pada saat yang bersamaan sineas film nasional beramai-ramai merilis film Indonesia terbaik yang juga harus bersaing dengan film box office internasional. (ric/ce1)