TMJ Klaim Sudah Penuhi Standar

196

SEMARANG – Direktur Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng (TMJ) Arie Irianto membantah pernyataan Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang, Ngargono terkait jalan tol Semarang-Bawen yang belum memenuhi standar pelayanan minimum (SPM). Sebab, keberadaan lampu penerangan jalan (LPJ) di ruas tol luar kota bukan hal wajib, apalagi menjadi elemen SPM.

”Berdasarkan keputusan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), ruas jalan tol luar kota tidak wajib ada LPJ. Seperti tol Jakarta-Cikampek atau Cipularang. Dan kami memang tidak ada rencana untuk memberi LPJ selama tol ini masih berstatus luar kota,” tuturnya.

Terkait rest area, Arie menegaskan bahwa elemen ini tidak masuk dalam SPM yang diaudit Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Toh, rest area yang sedang dalam tahap pembangunan di ruas Ungaran-Bawen, sudah bisa digunakan tahun ini.

Beberapa waktu lalu, lanjutnya, tim dari BPJT sudah mengaudit tol Semarang-Bawen. Dari hasil audit selama semester 2 tahun 2015, BPJT menyatakan ruas ini sudah memenuhi SPM. ”Ini ada berita acaranya, kok. Jadi SPM itu dilihat dari banyak faktor. Seperti waktu tempuh, jumlah antrean normal, kerataan, rambu-rambu, marka, dan masih banyak lagi. Bukan dari LPJ dan rest area,” tegasnya.

Dijelaskan Arie, kenaikan tarif tol merupakan penyesuaian inflasi rupiah. Kementerian PUPR sengaja mengubahnya setiap dua tahun. Penyesuaian tarif ini pun bisa naik atau justru turun, tergantung inflasi atau deflasi. Sebenarnya, 2015 kemarin nilai inflasi hanya berkisar 2,8 persen. Angka yang sangat kecil mengingat asumsi inflasi di angka 7 persen per tahun. ”Di 2015 kemarin harga BBM kan turun. Jadi inflasinya kecil. Kenapa tarif tol naiknya sampai 10 persen, karena ini akumulasi dari dua tahun. Bukan hanya 2015 saja,” bebernya.

Sebelumnya Ketua LP2K Kota Semarang Ngargono menuturkan rencana kenaikan tarif tol Semarang- Bawen merupakan keputusan janggal. Sebab, salah satu syarat untuk menaikkan tarif tol adalah pemenuhan SPM. Dia melihat, ada dua poin SPM di ruas tol itu masih belum terpenuhi. Yaitu lampu jalan dan rest area. ”Kalau rest area, memang sedang dibangun. Tapi lampu jalannya, sampai sekarang belum ada kabar mau dipasang kapan,” ucapnya. (amh/ric/ce1)