Menurut Mirna, hal ini merupakan peluang bagus yang tidak ingin ia sia-siakan. Selain itu, orang nomor satu di Kendal itu juga berniat mendirikan kampung bahasa asing yang nantinya akan diinisiasi sebagai tempat belajarnya bahasa asing bagi pelajar dan masyarakat umum di Kendal.

“Hal tersebut, akan berdampak luar biasa. Karena akan terbentuknya tempat kursus, rumah kost atau kontrakan, warung makan, transportasi tradisional, dan wisata budaya. Sehingga generasi muda ke depan mampu bersaing di tingkat internasional sebagai tenaga yang profesional,” tandasnya.

Kedatangan utusan Wali Kota Chikushino ini didampingi warga Kendal yang menjadi konsultan di sejumlah perusahaan asal Jepang, Edy Suharyawan. Selain menjajaki kerjasama pembangunan, utusan ini juga membawa kebudayaan Jepang untuk dikenalkan kepada pejabat di Kendal.

“Saya pernah tinggal di Jepang 15 tahun dan belajar tentang samurai. Lewat media sosial, saya diminta mendatangkan pengusaha Jepang ke Kendal untuk membangun daerah. Inilah kesempatan untuk membangun kampung halaman saya dengan membawa utusan Wali Kota Chikushino yang juga pengusaha properti,” jelas Edy Suharyawan.

Selain menjajaki kerjasama Kendal dan Chikushino, Edy juga mengenalkan seni samurai yang memiliki makna lebih dalam. “Seni samurai mengajarkan orang untuk membangun karakter dan kepribadian,” katanya.

Sedangkan penjajakan kerjasama ini, nantinya Kendal dan Chikushino akan menjadi sister city dalam pengelolaan pertanian serta pembuatan kampung bahasa asing. Diperkirakan akan menyedot ribuan pengunjung tiap tahunnya dan menggairahkan perekonomian masyarakat mulai dari kos, tempat kursus, warung, transportasi. (bud/ida)