Ingin Naik Haji, Tertipu Ratusan Juta

533
PENIPUAN : Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi saat menginterograsi pelaku penipuan haji yang berhasil meraup uang ratusan juta rupiah, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PENIPUAN : Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi saat menginterograsi pelaku penipuan haji yang berhasil meraup uang ratusan juta rupiah, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PENIPUAN : Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi saat menginterograsi pelaku penipuan haji yang berhasil meraup uang ratusan juta rupiah, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PENIPUAN : Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi saat menginterograsi pelaku penipuan haji yang berhasil meraup uang ratusan juta rupiah, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Lantaran tidak mau menunggu antrean ibadah haji yang mencapai 18 tahun, Solichin, 58, dan Nunik Nurningsih, 55, pasangan suami istri warga Desa Dadirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan tertipu hingga Rp 266 juta. Mereka dijanjikan bisa berangkat haji dengan cepat oleh pelaku yang bernama Muhammad Arief Albani, 38, warga Desa Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Penipuan bermula saat Solichin dan Nunik menyampaikan niatnya untuk berangkat haji pada tahun 2014 kepada anaknya, Ida Baroroh, 27. Karena ingin membantu kedua orang tuanya berangkat haji secepatnya, akhirnya Ida mencari informasi ke beberapa biro perjalanan haji, hingga akhirnya informasi itu didengar oleh Muhammad Arief Albani, mantan Satgas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), yang mengaku bekerja pada Alkhan Tour dan Travel, biro khusus perjalanan umroh dan haji.

Muhammad Arief Albani akhirnya mendatangi rumah keluarga Solichin di Desa Dadirejo, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan dan terjadi kesepakatan bahwa pasangan suami istri Solichin dan Nunik Nurningsih bisa berangkat haji melalui Alkhan Tour dan Travel, yang berkantor di Kabupaten Banyumas pada September 2014 dengan biaya Rp 266 juta.