Bank Jateng Beri Bunga Kredit Rendah

Untuk Dongkrak UMKM di Jateng

423

SEMARANG – Demi mendongkrak pengusaha usaha usaha mikro, kecil dan menangah (UMKM), Bank Jateng meluncurkan Mitgra 25 (M25) dan Mitra 02 (M02). Kedua jenis kredit ini tanpa agunan dan bunganya paling rendah dibanding bank lain di Indonesia. M25 berbunga 7 persen, dan M02 hanya sebesar 2 persen.

Direktur Utama (Dirut) Bank Jateng Supriyatno setelah audiensi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di ruang kerja gubernur, Senin (28/3) menjelaskan, para pengusaha bisa mengajukan kredit M25 dengan batas maksimal Rp 25 juta. Syarat utama yang harus dipenuhi bagi kreditur yakni memiliki usaha yang sudah berjalan minimal enam bulan.

“Selama ini, bunga kredit terendah di Indonesia adalah 7,17 persen. Itupun dikeluarkan oleh bank asing. Menurut OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bunga 7 persen di Indonesia ya baru ada di Bank Jateng ini. Kredit ini juga tanpa subsidi pemerintah, dan bisa dilunasi dalam jangka waktu maksimal tiga tahun,” ucapnya.

Untuk meminimalkan kredit macet, pihaknya menggandeng para pendamping usaha yang ada di setiap daerah. Pendamping dari beberapa elemen seperti koperasi, bakorluh pertanian, juga pendamping desa ini, akan mengawal kegiatan usaha. “Targetnya, tahun ini bisa menggelontorkan Rp 10 miliar di masing-masing kabupaten/kota untuk M25. Sedangkan M02, telah disiapkan Rp 50 miliar untuk seluruh kabupaten/kota di Jateng,” tegasnya.

Saat ini, lanjut Supriyatna, pelaku usaha yang ingin mengambil M25 dan M02 bisa langsung mendaftar di cabang Bank Jateng di masing-masing daerah. Sampai sekarang, sudah ada 2.013 pelaku usaha yang mendaftar. “Sejauh ini baru usaha berbentuk fisik yang kita siapkan, untuk usaha online sedang kita pertimbangkan, namun menurut saya sejauh cashflow masuk sih bisa harusnya,” tandasnya.

Ganjar menambahkan, kedua jenis kredit yang ini terinspirasi dari kebakaran Pasar Johar. Pelaku usaha kecil membutuhkan kredit dengan bunga rendah, tapi yang ada prosedurnya sangat rumit. Bahkan banyak yang termakan kredit bank titil yang justru mencekik.