Antisipasi Bocor, Waspada Ulah Hacker

348

SEMARANG – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) kurang seminggu lagi. DPRD Jawa Tengah meminta Dinas Pendidikan dan sekolah melakukan persiapan yang matang agar pelaksanaannya lancar. Antisipasi perlu dilakukan agar soal tidak bocor karena ulah hacker dan sistem tidak hang sehingga merugikan peserta.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Muh Zen Adv mengatakan sekolah perlu mengecek kesiapan sistem komputer. Unas Computer Based Test (CBT) tahun ini akan digelar di 547 sekolah. Dia meminta pihak terkait melakukan antisipasi agar komputer tidak hang dan lemot. ”Jangan sampai listrik mati sehingga mengganggu konsentrasi peserta unas,” ujarnya.

Politisi PKB itu menambahkan, hal lain yang perlu diantisipasi adalah terjadinya kebocoran soal. Titik rawan bocor adalah saat soal diunduh 3 hari sebelum pelaksanaan unas. ”Pengunduhan soal dari BNSP harus diantisipasi dari aksi hacker. Titik ini rawan kebocoran,” katanya.

Dia juga meminta pemerintah memastikan soal bisa diunduh tepat waktu. Sebab dari pengalaman tahun lalu, pelaksanaan unas di beberapa tempat terpaksa mundur karena petugas kesulitan mengunduh soal.

Evaluasi lain adalah pengaturan proker atau tenaga pengawas. Sebab tahun lalu mereka kecapekan mengawasi dari pagi sampai sore. Penyerahan lembar jawab ujian nasional (LJUN) ke BSN juga harus diteliti. Sebab jika salah memasukkan nama, akan berdampak pada hasil ujian. Zen mengatakan Komisi E akan melakukan pantauan di sejumlah daerah selama pelaksanaan unas. (ric/ce1)