Shelter PKL Tlogosari Masih Sepi Pembeli

485
KURANG DISOSIALISASIKAN: Shelter PKL Tlogosari di Taman Suryokusumo Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan kurang dikenal masyarakat. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KURANG DISOSIALISASIKAN: Shelter PKL Tlogosari di Taman Suryokusumo Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan kurang dikenal masyarakat. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KURANG DISOSIALISASIKAN: Shelter PKL Tlogosari di Taman Suryokusumo Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan kurang dikenal masyarakat. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KURANG DISOSIALISASIKAN: Shelter PKL Tlogosari di Taman Suryokusumo Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan kurang dikenal masyarakat. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Meski telah diresmikan Wali Kota Semarang sekitar tiga minggu yang lalu, kondisi shelter pedagang kaki lima (PKL) Tlogosari di Taman Suryokusumo Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan hingga kini belum sesuai harapan pedagang. Yakni, masih sepi pembeli.

Salah satu PKL Tlogosari, Sri Subekti, mengaku sepinya pembeli disebabkan masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui keberadaan shelter tersebut. Karenanya, ia meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk lebih gencar melakukan sosialisasi. ”Jadinya ya gini (sepi). Hanya ada satu-dua pembeli. Banyak juga pedagang yang belum pindah ke sini,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kendala lain yang dialami Sri selama ini adalah fasilitas shelter yang kurang berfungsi dengan baik. Misalnya, paralon untuk saluran air lebih tinggi daripada dasar saluran. Sehingga limbah yang menimbulkan bau tak sedap tidak dapat mengalir. ”Kemarin, listriknya juga sempat mati,” imbuh penjual makanan yang mulai berdagang sejak tiga hari lalu itu.