TETAP SEMANGAT: Striker Jateng Kukuh Pramuyuda (merah) berduel dengan pemain DKI Jakarta, sore kemarin di Stadion Arcamanik Bandung dalam laga terakhir Pra-PON Grup A yang berakhir imbang 1-1. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP SEMANGAT: Striker Jateng Kukuh Pramuyuda (merah) berduel dengan pemain DKI Jakarta, sore kemarin di Stadion Arcamanik Bandung dalam laga terakhir Pra-PON Grup A yang berakhir imbang 1-1. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP SEMANGAT: Striker Jateng Kukuh Pramuyuda (merah) berduel dengan pemain DKI Jakarta, sore kemarin di Stadion Arcamanik Bandung dalam laga terakhir Pra-PON Grup A yang berakhir imbang 1-1. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP SEMANGAT: Striker Jateng Kukuh Pramuyuda (merah) berduel dengan pemain DKI Jakarta, sore kemarin di Stadion Arcamanik Bandung dalam laga terakhir Pra-PON Grup A yang berakhir imbang 1-1. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BANDUNG – Tim sepak bola Jawa Tengah pulang dengan kepala tegak, setelah memenuhi ambisi sekaligus harapan masyarakat Jawa Tengah yakni lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jabar. Namun evaluasi mendalam sangat diperlukan sebelum skuad polesan Firmandoyo-Anjar Jambore Widodo ini tampil di multievent bergengsi tersebut September mendatang, mengingat tim Jateng masih tampil kurang meyakinkan, terutama dari sisi produktifitas gol.

Tim sepak bola Jateg akhirnya harus puas finish di peringkat kedua grup A babak kualifikasi sepak bola PON XIX yang telah rampung digelar di Bandung kemarin, setelah sore kemarin bermain imbang 1-1 dalam laga yang sudah tidak menentukan lagi, di Stadion Arcamanik, Bandung. Grup A yang merupakan zona Jawa, meloloskan Jateng dan DKI Jakarta ke PON 2016.

Dengan tambahan satu poin, Jateng total mampu mengemas delapan poin hasil dari dua kali kemenangan dan dua seri. Jumlah poin tersebut sama dengan raihan pemuncak klasemen Grup A DKI Jakarta, namun tim besutan Sudirman ini mampu unggul dalam produktifitas gol.