Leprid Catat Telur Raksasa dan Gambar Stiker Paskah

326
PENUH MAKNA: Telur paskah raksasa yang diciptakan di Gereja Katolik St Ignasius dan gambar stiker yang menceritakan sebuah keluarga di gereja Bongsari, kemarin tercatat oleh Leprid. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
PENUH MAKNA: Telur paskah raksasa yang diciptakan di Gereja Katolik St Ignasius dan gambar stiker yang menceritakan sebuah keluarga di gereja Bongsari, kemarin tercatat oleh Leprid. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
PENUH MAKNA: Telur paskah raksasa yang diciptakan di Gereja Katolik St Ignasius dan gambar stiker yang menceritakan sebuah keluarga di gereja Bongsari, kemarin tercatat oleh Leprid. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
PENUH MAKNA: Telur paskah raksasa yang diciptakan di Gereja Katolik St Ignasius dan gambar stiker yang menceritakan sebuah keluarga di gereja Bongsari, kemarin tercatat oleh Leprid. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

KRAPYAK — Sebuah replika telur paskah terbesar dengan lukisan Bangkit menjadi terang dan garam dunia yang memiliki tinggi setinggi 4 meter dan diameternya 2 meter kemarin berhasil diciptakan oleh Gereja Katolik St. Ignasius Jalan Subali Raya dan tercatat di Lembaga Prestasi Indonesia – Dunia (Leprid).

Untuk pembuatan replika tersebut membutuhkan waktu 6 hari kemudian dilukis dengan menggunakan cat air sehingga membentuk lukisan yang memiliki nuansa serta berhubungan dengan keadaan zaman sekarang. ”Jadi selain gereja bisa beradaptasi dengan yang lain juga terdapat 6 agama yang bisa saling hormat-menghormati,” ungkap Pastor Gregalius Suprayitno, kemarin.

Pastor Suprayitno mengatakan ide awal paskah itu dengan telur dan itu semua memudahkan umat untuk menghayati apa itu paskah. Sehingga dibuatlah telur yang kemudian dilukis sehingga umat bisa menghayati dengan tema lukisan Bangkit menjadi terang dan garam dunia.