KENDAL – Seorang laki-laki tanpa identitas ditemukan tergeletak di Stasiun Kaliwungu. Diduga pria yang diperkirakan berusia 50 tahun ini mencoba bunuh diri. Sebab saat ditemukan kondisi kedua pergelangan tangannya berlumuran darah dengan bekas luka irisan urat nadi.

Saat ditemukan, lelaki paruh baya ini sudah lemas. Warga kemudian melapor ke Polsek Kaliwungu dan langsung diambil tindakan oleh petugas dengan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo, Kendal.

Setelah mendapatkan perawatan dan sadarkan diri, petugas kepolisian dan perawat RSU Kendal kesulitan untuk meminta keterangan. Pasalnya, korban enggan membuka mulut. Termasuk membeber identitasnya dan penyebab percobaan bunuh diri yang dilakukannya. “Korban enggan bicara, sehingga petugas kepolisian kesulitan mengetahui identitas korban. Tapi kami sudah meminta keterangan dari saksi di lokasi kejadian, kami masih menyelidiki kasus dugaan percobaan bunuh diri ini,” ujar Kapolsek Kaliwungu, AKP Satya Adi Nugraha.

Hal senada dikatakan Pekerja Dinas Sosial (Dinsos) Kendal, Mochamad Soekib. Menurutnya, pria tanpa identitaas ini hendak bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya menggunakan pisau.

Soekib mengaku sudah berusaha mengorek keterangan dari korban untuk mengetahui identitas maupun asal-usul korban. Sebab menurut informasi yang didapatnya, warga sekitar stasiun tidak ada yang mengenal siapa korban. “Kondisi korban masih lemah karena mencoba bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya menggunakan cutter untuk memotong urat nadinya. Tapi korban belum mau bicara,” katanya.

Ditambahkan, keterangan dari korban diperlukan untuk mengetahui asal yang bersangkutan. Jika memang korban mempunyai keluarga, maka akan dihubungi untuk mengurus korban yang terbaring lemas di RSUD Kendal. “Kami butuh keterangan dari korban untuk mengetahui asal keluarganya,” imbuhnya.

Ciri-ciri korban mengenakan kemeja garis dan celana pendek warna hitam. Rambut lurus beruban usia sekitar 50 tahun. “Bagi keluarga yang merasa mengenal ciri-ciri korban bisa menghubungi RSUD Soewondo Kendal atau Dinas Sosial Kendal,” pungkasnya. (bud/ric)