SEMARANG – Tim atletik Jateng berjaya dalam kejuaraan nasional atletik remaja dan yunior yang berlangsung di Stadion Atletik Rawamangun Jakarta, 24-26 Maret. Jateng berhasil menjadi juara umum dengan perolehan 15 emas, sembilan perak, dan sembilan perunggu. Prestasi ini merupakan penantian panjang provinsi ini selama 20 tahun.

Adapun peringkat kedua diraih DKI Jakarta dengan 14 emas, 14 perak, dan 12 perunggu dan selanjutnya Jabar di posisi ketiga dengan 11 emas, tujuh perak, dan delapan perunggu. Ketua Harian Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng Rumini mengatakan, prestasi ini menjadi modal penting untuk menghadapi PON Remaja II 2017 Jateng yang akan datang.

Setidaknya, PASI Jateng bisa mengukur kekuatan menghadapi ajang empat tahunan tersebut. ”Kami akan terus memantau perkembangan mereka usai kejurnas ini. Selanjutnya, PASI Jateng akan melakukan koordinasi dengan PASI di daerah untuk desentralisasi latihan bagi atlet. Prestasi ini sangat membanggakan. Semoga ini menjadi penanda kebangkitan atletik Jateng ke depannya. Setelah sekian lama kami di bawah bayang-bayang Jakarta, Jabar, dan Jatim,” tutur Rumini.

Sekarang ini, lanjut peraih emas SEA Games 1995 itu, yang diperlukan adalah konsistensi pembinaan dari semua pihak. Hal ini untuk menjaga prestasi atlet atletik remaja dan yunior Jateng hingga mereka masuk ke level senior. Melihat perkembangan sekarang ini, Rumini yakin Jateng bisa berbuat lebih baik di semua kejuaraan.

Terkait persiapan PON XIX, enam atlet Jateng akan turun di Kejuaraan Atletik Internasional Singapura Open, Mei mendatang. Mereka adalah Subur Santoso (sprint 100 dan 200 meter), Okky Setyo Utomo (sprint 100 meter dan lompat jauh), Krisna Wahyu (tolak peluru), Yuharisdiyanto (tolak peluru), Rusmanto (lempar lembing) dan Dwi Ratnawati (lempar cakram). ”Atlet yang dikirim ke Singapura merupakan atlet prioritas. Kami harapkan dengan program ini mereka bisa tampil maksimal di PON XIX nanti,” tandas Rumini. (bas/smu)