SEMARANG – Kompetisi antar-klub PSSI Kota Semarang 2016 yang akan mulai diputar Minggu (27/3), hanya akan diikuti 24 tim. Sebanyak 12 tim Divisi I dan 12 tim Divisi II. Tim Divisi II, Tunas Sakti dipastikan tidak berpartisipasi dalam kompetisi tahun ini.

Sekum PSSI Kota Semarang Eko Ariyanto menuturkan, Tunas Sakti masih terkena sanksi denda, akibat indisipliner di kompetisi sebelumnya, dan hingga kini belum membayar dendanya. Saat itu, Tunas Sakti tidak dapat menghadirkan jumlah pemain yang ditentukan dalam pertandingan.

”Kalau mau ikut kompetisi, memang harus membayar dendanya terlebih dahulu. Terakhir, mereka menyatakan tidak ikut kompetisi. Karena itu, Divisi II hanya akan diikuti 12 tim saja. Untuk jumlah tim yang promosi ke Divisi I, tetap sama, yakni dua tim,” kata Eko Ariyanto, kemarin.

Ini menjadi preseden buruk bagi kompetisi lokal Kota Semarang. Tidak adanya aturan Divisi II terdegradasi menjadi salah satu alasannya. Tim yang sudah tidak punya peluang untuk promosi, terkesan tampil asal-asalan. Bahkan, dalam beberapa pertandingan memilih tidak datang.

Sementara itu, 12 tim yang bersaing di Divisi II, yakni Unika, TCS, Tunas Muda, Undip, USM, Barata, Persisac, Union, Tugu Muda, OMJ, ditambah dua tim yang terdegradasi Romeo dan Lowo. Sebanyak 12 tim tersebut telah siap berpartisipasi dalam kompetisi.

Adapun partai pembuka kompetisi, menyajikan pertandingan antara juara Divisi I, PSAD melawan juara Divisi II, PMC. Pertandingan akan digelar di Stadion Citarum, Minggu (27/3) mulai pukul 14.30. Rencananya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akan hadir dalam pembukaan kompetisi.

Baik PSAD maupun PMC sudah siap tampil di laga perdana. PSAD yang dibesut Fandoli punya persiapan yang lebih panjang. Mereka pun diprediksi akan tampil dominan saat melawan PMC. Kecepatan dan stamina yang kuat menjadi modal menghadapi laga tersebut. ”PSAD sudah siap menghadapi laga perdana. Kami tidak akan meremehkan PMC, mereka diperkuat pemain-pemain muda yang punya semangat dan kecepatan. Karena itu, kami akan meminta kepada para pemain untuk menekan sejak menit awal pertandingan,” tandas Fandoli. (bas/smu)