Harga Sembako Naik, Nelayan Enggan Melaut

427
TAK MELAUT : Puluhan nelayan di TPI Wonokerto, Pekalongan tidak melaut lantaran cuaca belum membaik dan harga perbekalan semakin mahal. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
TAK MELAUT : Puluhan nelayan di TPI Wonokerto, Pekalongan tidak melaut lantaran cuaca belum membaik dan harga perbekalan semakin mahal. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
TAK MELAUT : Puluhan nelayan di TPI Wonokerto, Pekalongan tidak melaut lantaran cuaca belum membaik dan harga perbekalan semakin mahal. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
TAK MELAUT : Puluhan nelayan di TPI Wonokerto, Pekalongan tidak melaut lantaran cuaca belum membaik dan harga perbekalan semakin mahal. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Lantaran harga sembako terus naik, ratusan nelayan di Kabupaten Pekalongan lebih memilih tidak melaut. Sebab naiknya harga sembako membuat biaya perbekalan membengkak. Sedangkan harga ikan hasil tangkapan yang diperoleh tidak ikut naik sehingga nelayan pun merugi.

Para nelayan lebih memilih memperbaiki perahunya sambil menunggu cuaca membaik dan harga sembako menurun. Mengingat bulan April sudah banyak daerah yang mulai panen padi dan curah hujan juga mulai menurun. Bulan April hingga September juga menjadi musim panen bagi nelayan karena ikan tuna dan layang mudah diperoleh dan harganya pun cukup baik.

Mahmudin, 45, nelayan asal Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Jumat (25/3) mengungkapkan sejak harga sembako naik, biaya perbekalan yang dibawa untuk melaut naik hingga 50 persen, khususnya harga beras, telur dan minyak goreng.