Dituntut Berat, Bongkar Menerima Dana

456

SEMARANG–Akibat dituntut paling berat oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jateng, istri dari mantan pimpinan CV Aurora Puspita Mardiana alias Ana langsung blak-blakan menyebutkan siapa saja yang berperan menerima aliran dana atas proyek pengerjaan dan pengadaan alat praktek peraga Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal tahun 2012 yang sudah diduga ada indikasi korupsi tersebut. Hal itu disampaikan Mardiana dan 11 tim kuasa hukumnya yang dipimpin Dwi Heru Wismanto dan Yohanes Winarto dalam sidang beragendakan pledoi (pembelaan) di Pengadilan Tipikor Semarang.

Dalam perkara yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 1,7 miliar tersebut, Dwi Heru secara gamblang menyebutkan bahwa orang paling bertangungjawab atas proyek tersebut adalah jajaran PT Prima Duta Nusantara (PDN), Ahmad Dahlan (komisaris), Widoyo (direktur), Agung Wahono (manager project area Jateng), Abdul Muin dan Subur Haryanto (marketing) serta Direktur CV Aurora Puspita Ahmad Djunaedi.

“Berdasarkan fakta persidangan uang sejumlah Rp 1,7 miliar yang mengalir ke rekening terdakwa (Ana, red) adalah uang Ahmad Dahlan sebagai biaya operasional PT PDN di wilayah Jateng yang dipimpin Agung Wahono,” kata Dwi Heru di hadapan majelis hakim yang dipimpin Gatot Susanto SH MH, Kamis (24/3).

Menurut Dwi, CV Aurora Puspita hanya dipakai nama oleh PT PDN untuk memenuhi syarat administrasi dan legalitas sebagai penyedia jasa. Dwi juga menyebutkan, Ahmad Dahlan pernah mentransfer uang kepada Ana sebesar Rp 1,7 miliar.

“Uang tersebut oleh Widoyo dialokasikan untuk digunakan biaya operasional perusahaanya di Jateng. Ahmad Dahlan kemudian memerintahkan kepada Ana agar uang tersebut diberikan ke Agung Wahono,” jelasnya.

Dwi menjelaskan, PT PDN ditunjuk oleh CV Aurora Puspita sebagai produsen atau pendamping penyedia barang atau jasa atas perkara itu. “Jadi PT PDN yang menyediakan alat praktik peraga yang dibutuhkan CV Aurora Puspita selaku penyedia barang,” ungkapnya.