Kendati demikian, kata Soemardjito, belum banyak pekerja perempuan berstatus lajang yang berminat menempati rusunawa. Dari 104 unit yang disediakan baru sekitar 22 orang yang mendaftar hingga awal Maret ini. Berbeda dengan tower II untuk pekerja berstatus keluarga. Dari 66 unit yang disediakan, peminat yang resmi mendaftar sudah mencapai 99 orang. “Kami masih membuka pendaftaran. Nantinya mereka akan kami seleksi lagi, apakah berhak menempati atau tidak,” katanya.

Ditambahkan Kepala Bidang Hubungan Industri dan Pengawasan Dinsosnakertrans, Suharnoto, untuk menempati rusunawa para pekerja harus memenuhi persyaratan antara lain surat keterangan kelurahan belum memiliki tempat tinggal. Selain itu, dilengkapi keterangan dari perusahaan dan slip gaji.

“Rusunawa ini khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Jadi besaran gaji masuk dalam seleksi untuk menentukan pendaftar layak atau tidak menempatinya. Sedangkan untuk besaran sewanya belum ditentukan,” pungkasnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Semarang, kondisi Rusunawa Gedanganak sudah siap dihuni. Seluruh fasilitas sudah lengkap mulai dari air, listrik hingga fasilitas umum bagi para penghuninya nanti. Bangunan tersebut juga masih dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor yang mengerjakan yakni PT Abipraya. Sehingga ada beberapa pegawai PT Abipraya yang piket untuk mengecek kondisi bangunan. (tyo/ida)