SEMARANG – Rencana pembangunan jalan lingkar Mangkang-Mijen masih mendapat penolakan sejumlah warga. Karena merasa tidak pernah dilibatkan dalam proyek jalan lingkar tersebut.

Terkait hal teresebut DPRD Kota Semarang meminta pemkot terus melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat yang terdampak proyek pembangunan jalan lingkar. ”Saya melihat antara pemkot, dinas terkait, dan warga terdampak belum bisa menyatu. Padahal itu menjadi kunci berhasilnya sebuah pembangunan,” ungkap Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, warga yang terkena dampak pembangunan bukannya senang melainkan resah. Hal ini dikarenakan mereka masih beranggapan akan terkena penggusuran dibandingkan mendapat ganti untung. ”Karena itulah pemerintah harus terus-menerus melakukan pendekatan kepada warga,” imbuhnya.

Supriyadi menambahkan, sosialisasi tidak hanya berlaku untuk proyek pembangunan jalan lingkar Mangkang-Mijen saja, tetapi juga untuk proyek-proyek pemerintah yang lain. Sehingga pembangunan di Kota Semarang dapat berjalan dengan lancar. ”Itu yang menjadi harapan kita semua,” paparnya.

Seperti diketahui, sejumlah warga Kelurahan Wonosari RT 09 RW 02 Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Kamis (17/3) lalu, menggeruduk Kantor DPRD Kota Semarang. Mereka bermaksud mengadukan proyek pembuatan jalan lingkar Mangkang-Mijen yang dinilai tanpa sosialisasi yang jelas kepada masyarakat. ”Permintaan kami hanya satu. Pemkot Semarang mengubah rute jalan lingkar Mangkang-Mijen dengan hanya menggeser rute jalan 4 meter saja. Sehingga rumah warga tidak akan kena gusur,” ungkap koordinator warga, Richard Sibarani.

Richard menjelaskan, jumlah warga yang terdampak atas proyek tersebut sebanyak 37 keluarga. Meski sebagian di antaranya menyatakan setuju, namun mayoritas warga justu menolaknya. Sebab, mereka mengklaim tidak dilibatkan dalam tahap perencanaan. Sebenarnya warga tidak keberatan dalam pembangunan jalan lingkar tersebut. Asalkan pemkot bersedia menggeser sedikit rutenya, sehingga tidak mengenai permukiman warga. ”Dengan begitu, hanya mengenai lahan sawah dan lahan milik Perhutani,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memastikan akan mengkaji kembali proyek pembuatan jalan lingkar Mangkang-Mijen. Hal itu menyusul adanya harapan warga yang meminta Pemkot Semarang mengubah rute jalan dengan cara menggesernya beberapa meter. ”Saya sudah cek kepada kawan-kawan Bappeda. Ketika digeser beberapa meter ke barat, itu sudah masuk wilayah Kendal. Namun, tetap akan kita lakukan kajian,” ujarnya. (fai/zal/ce1)