Maria Margareta Rosario Patriajati (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Maria Margareta Rosario Patriajati (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Maria Margareta Rosario Patriajati (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SETIAP pekerjaan memiliki tantangan tersendiri. Hal itu juga dirasakan Maria Margareta Rosaria Patriajati. Salah satu perawat di Pusat Layanan Kesehaan Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini setiap harinya disibukkan dengan menangani penyakit-penyakit yang diderita semua warga kampus yang berpusat di Sekaran, Gunungpati ini.

Rosa –panggilan akrabnya— sebelum menjadi salah satu tim medis di pusat layanan kesehatan itu, ia terlebih dahulu digembleng di pekerjaan lamanya di sebuah rumah sakit. ”Kalau di RS biasanya memang merawat (penyakit) yang berat-berat. Kalau di sini, penyakit yang berat paling hanya infeksi saluran pernapasan,” kata wanita kelahiran Semarang, 2 Maret 1985 ini, Kamis (24/3).

Meski begitu, banyak hal positif yang diperoleh di tempat kerjanya saat ini. Jam kerja lebih jelas, sehingga ia bisa lebih dekat dengan keluarga. ”Kalau di RS sebelumnya kan sistem kerjanya sif, kadang dapat malam, kadang pula dapat pagi,” ujarnya.