DEMAK-Seorang pria tak dikenal diduga menjadi korban pembunuhan. Jasad korban ditemukan di pesisir Pantai Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, tak jauh dari makam Waliyullah Syeh Mudzakir. Penemuan mayat sekitar pukul 08.45 kemarin pagi tersebut membuat geger masyarakat sekitar. Pasalnya, kondisi badan korban cukup mengenaskan.

Berdasarkan hasil otopsi tim DVI Biddokkes Polda Jateng, tubuh korban ditemukan adanya luka tusuk di bagian dada hingga tembus tulang iga dan paru-paru. Diduga, korban dibunuh dengan benda tajam jenis belati atau pisau hingga mengakibatkan korban tewas. Bagian perut sebelah kiri korban juga ada bekas luka memar diduga akibat benturan benda tumpul. Pun, bagian kepala korban juga terdapat dua luka dan luka terbuka di bagian punggung serta lengan sebelah kanan. Tak hanya itu, saat ditemukan, korban hanya mengenakan cawat dan dalam kondisi kedua tangan diikat tali di bagian belakang. Korban diperkirakan berusia 28 tahun.

Diperkirakan, kematian korban kurang dari 1 hari. Ciri-ciri lainnya, korban masih mengenakan gelang karet warna hitam pada tangan sebelah kiri. Potongan rambut jenis punk disemir merah di bagian atas serta ditemukan resapan darah pada kepala bagian atas diduga akibat benda tumpul.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo melalui Kasubag Humas AKP Zamroni menuturkan, pihak kepolisian hingga kemarin masih menyelidiki kasus penemuan mayat di bibir Pantai Sayung tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan,” katanya.

Informasi penemuan mayat tersebut sebelumnya disampaikan oleh salah seorang saksi, H Asror, 35, Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Bedono, Kecamatan Sayung. Mendengar laporan itu, pihak kepolisian langsung menindaklanjuti dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) secara terpadu. Yakni, terdiri atas tim Polsek Sayung, tim kesehatan Inafis Polres Demak, dan unsur lainnya. Mayat laki-laki itu sendiri ditemukan sekitar 2 kilometer setelah berjalan kaki di pinggir pantai dan hutan mangrove. Korban pun langsung dievakuasi ke RSUD Sunan Kalijaga untuk dilakukan otopsi. (hib/ida)