Tagihan Listrik IGN Cepiring Nunggak Rp 126 Juta

348
AKSI KEPRIHATINAN : Para karywan PT IGN Cepiring memasang spanduk di sepanjang pagar utama kawasan pabrik gula, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKSI KEPRIHATINAN : Para karywan PT IGN Cepiring memasang spanduk di sepanjang pagar utama kawasan pabrik gula, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKSI KEPRIHATINAN : Para karywan PT IGN Cepiring memasang spanduk di sepanjang pagar utama kawasan pabrik gula, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKSI KEPRIHATINAN : Para karywan PT IGN Cepiring memasang spanduk di sepanjang pagar utama kawasan pabrik gula, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Kondisi pabrik gula PT Industi Gula Nusantara (IGN) Cepiring Kendal semakin memprihatinkan. Tidak hanya mampu membayar gaji para karyawan, bahkan tagihan listrik selama tiga bulan sejak Januari hingga Maret belum dibayar. Akibatnya, petugas PLN, Rabu (23/3) kemarin, melakukan pemutusan sambungan listrik terhadp pabrik yang sudah berdiri sejak 1835 tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang, total tagihan tunggakan pembayaran rekening listrik mencapai Rp 126 juta. Karena itulah, aksi pemutusan listrik tersebut, diwarni dengan aksi keprihatinan puluhan karyawan di depan pabrik gula Cepiring. Para karyawan memasang spanduk di pagar pabrik serta pintu gerbang masuk pabrik yang sudah berusia hampir dua abad ini.

Sejumlah spanduk bertuliskan keluhan dan harapan dari karyawan agar pabrik gula tetap dipertahankan dan gaji mereka segera dibayarkan. Sebab pabrik tersebut selama ini menjadi salah satu ikon peninggalan Belanda. Jika tidak dirawat, dipastikan akan rusak dimakan usia.