Penghargaan Hari Air Disoal

259
PENGHARGAAN : Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono menyerahkan penghargaan sebagai perusahaan peduli air tanah kepada Plant Operation Manager CCAI Central Java, Ambrosius Padang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGHARGAAN : Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono menyerahkan penghargaan sebagai perusahaan peduli air tanah kepada Plant Operation Manager CCAI Central Java, Ambrosius Padang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Pemberian penghargaan kepada lima perusahaan di Kabupaten Semarang yang dinilai peduli terhadap pengelolaan dan pemanfaatan air, menuai kritik. Pasalnya dari sejumlah perusahaan yang menerima, ada perusahaan yang dinilai pernah bermasalah dengan masyarakat terkait pencemaran lingkungan.

Untuk diketahui, dalam rangka Peringatan Hari Air 2016, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memberikan penghargaan kepada lima perusahaan yang dinilai memiliki kepedulian terhadap pengelolaan dan pemanfaatan air. Kelima perusahaan itu antara lain PT Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) di Bawen, PT Apac Inti Corpora (AIC) Bawen, PT Sido Muncul Bergas, PT Bina Guna Kimia dan CV Jati Kencana.

Humas Organisasi Pelestari Sungai Indonesia (OPSI) Kabupaten Semarang, Amin mengatakan bahwa pemberian penghargaan setingkat pelestarian lingkungan hidup semestinya dinilai secara lengkap dengan melihat dari berbagai aspek. Jangan sampai perusahaan yang dinilai oleh masyarakat masih bermasalah dengan lingkungan hidup justru mendapatkan penghargaan.

“Kami merasa ada yang aneh dalam pemberian penghargaan ini. Sebab kami menilai masih ada yang belum pas (mendapatkannya, red). Apalagi pernah ada protes warga sekitar pabrik tentang masalah pencemaran lingkungan,” tutur Amin, Rabu (23/3) kemarin.

Menurut Amin untuk menentukan siapa yang tepat mendapatkan penghargaan harus dikaji oleh tim penilai dengan melihat kriterianya. Selain itu, tim penilainya harus diambil dari beberapa unsur, mulai dari akademisi, perwakilan jurnalis serta dari unsur masyarakat. Sehingga penilaian dan pemberian penghargaan tersebut benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. “Kami ingin tahu sebenarnya apa sih kriterianya, lalu siapa saja sih tim penilainya. Hal itu yang ingin saya tanyakan kepada Pemkab sebagai panitia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Hari Air 2016, Totit Oktorianto yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang mengatakan bahwa banyak kriteria penilaian, di antaranya adalah peduli pada pelestarian sumber air tanah, hemat saat penggunaan air tanah dalam proses produksi serta taat perizinan penggunaan air tanah. (tyo/ida)