ANTRE : Warga di Desa Wonosari kesulitan air bersih dan harus mengambil air dari sumber air artetis yang jaraknya satu kilo meter. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTRE : Warga di Desa Wonosari kesulitan air bersih dan harus mengambil air dari sumber air artetis yang jaraknya satu kilo meter. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTRE : Warga di Desa Wonosari kesulitan air bersih dan harus mengambil air dari sumber air artetis yang jaraknya satu kilo meter. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTRE : Warga di Desa Wonosari kesulitan air bersih dan harus mengambil air dari sumber air artetis yang jaraknya satu kilo meter. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Meski masih musim penghujan, namun warga Wonosari, Kecamatan Patebon kekurangan air bersih. Hal itu karena warga tinggal dekat dengan kawasan pesisir laut, sehingga rata-rata sumur selalu asin.

Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, selama ini warga hanya bisa menggantungkan kebutuhan air dari sumur artesis yang terletak di Dukuh Umbulsari. Untuk mendapatkan air bersih tersebut, selain harus mengantre, warga juga harus menempuh jarak ratusan hingga satu kilo meter lebih.

Lebih parahnya, di perkampungan tersebut belum tersentuh saluran pipa air PDAM. Sehingga warga untuk memasak dan minum hanya bisa bergantung dari satu sumur artesis.