BELUM LUNAS: Uang pengganti kerugian negara senilai Rp 1,5 miliar yang diserahkan keluarga terpidana Titik Kirnaningsih ke Kejari Salatiga. (DEKAN BAWONO/JATENG POS)
BELUM LUNAS: Uang pengganti kerugian negara senilai Rp 1,5 miliar yang diserahkan keluarga terpidana Titik Kirnaningsih ke Kejari Salatiga. (DEKAN BAWONO/JATENG POS)
BELUM LUNAS: Uang pengganti kerugian negara senilai Rp 1,5 miliar yang diserahkan keluarga terpidana Titik Kirnaningsih ke Kejari Salatiga. (DEKAN BAWONO/JATENG POS)
BELUM LUNAS: Uang pengganti kerugian negara senilai Rp 1,5 miliar yang diserahkan keluarga terpidana Titik Kirnaningsih ke Kejari Salatiga. (DEKAN BAWONO/JATENG POS)

SALATIGA – Terpidana kasus korupsi Jalan Lingkar Selatan (JLS) Titik Kirnaningsih mulai mencicil kerugian negara yang harus ia ganti. Selasa (22/3) siang, perwakilan keluarga isteri Wali Kota Salatiga Yuliyanto ini menyerahkan uang tunai Rp 1,5 miliar ke kantor Kejaksaan Negeri setempat.

Kajari Salatiga Suwanda mengatakan, dalam kasus korupsi pembangunan proyek JLS tersebut, total kerugian negara mencapai Rp 2,5 miliar. Kemarin baru sebagian yang telah dibayarkan. Titik masih harus membayarkan sisa kerugian negara sebesar Rp 1.051.805.755.

“Penyerahan uang tunai oleh perwakilan keluarga terpidana Titik Kirnaningsih ini merupakan langkah persuasif Kejari Salatiga kepada pihak keluarga Titik agar membayarnya secara tunai,” jelas dia. Menurutnya, kekurangannya dalam waktu dekat juga akan diserahkan, hanya waktu penyerahan belum bisa dipastikan.