Tingkatkan Tata Kelola Pemdes

203

SEMARANG – Peningkatan tata kelola pemerintah desa harus terus ditingkatkan, termasuk dalam mengelola dana desa di mana pemerintah provinsi memberikan bantuan untuk masing-masing desa dengan kategori tertentu.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono mengatakan bantuan dana desa tersebut sebesar Rp 100 juta kepada desa yang masuk kategori desa miskin tinggi, desa kategori miskin sedang mendapat Rp 60 juta, dan miskin rendah hanya memperoleh Rp 40 juta.

”Karenanya peran sekretaris desa sebagai pengelola arsip dan berbagai dokumen di tingkat desa sangat penting,” katanya pada Bimbingan Teknis Pengelolaan Kearsipan Bagi Sekretaris Desa tahun 2016 di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Srondol, Selasa (22/3).

Hal itu dikarenakan semua data yang menyangkut potensi wilayah, sumber daya manusia, anggaran, serta rencana dan capaian pembangunan desa harus tersimpan rapi sebagai arsip. Dalam hal ini, pemprov mendorong desa-desa di Jawa Tengah menjadi desa mandiri dan berdikari.

”Meskipun masih banyak kendala dalam pengelolaan arsip, seperti keterbatasan SDM yang mampu mengelola arsip dan minimnya sarana prasarana, namun pengelolaan diharapkan tetap lebih baik,” katanya. Untuk itu, diperlukan kesadaran bersama, bahwa arsip sangat penting dan kerap dibutuhkan dengan cepat untuk berbagai keperluan.

”Saya ingin SDM yang ditempatkan di kearsipan adalah SDM yang unggul. Saya minta kepada semua peserta bintek, terutama para sekdes sebagai ujung tombak penyelenggara pemerintah desa mempunyai kemampuan, integritas tinggi, serta selalu siap melayani,” harapnya.