PENGHARGAAN : Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono menyerahkan penghargaan sebagai perusahaan peduli air tanah kepada Plant Operation Manager CCAI Central Java, Ambrosius Padang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGHARGAAN : Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono menyerahkan penghargaan sebagai perusahaan peduli air tanah kepada Plant Operation Manager CCAI Central Java, Ambrosius Padang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGHARGAAN : Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono menyerahkan penghargaan sebagai perusahaan peduli air tanah kepada Plant Operation Manager CCAI Central Java, Ambrosius Padang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGHARGAAN : Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono menyerahkan penghargaan sebagai perusahaan peduli air tanah kepada Plant Operation Manager CCAI Central Java, Ambrosius Padang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BAWEN-Jumlah pengambilan air tanah setiap tahun meningkat sekitar 2,28 persen. Peningkatan itu disebabkan jumlah industri dan penduduk yang terus bertambah. Sedangkan jumlah imbuhan air tanah masih minim. Agar tidak mengalami krisis air, perlu dilakukan langkah pengelolaan dan pengendalian air tanah.

“Tentu saja pemerintah harus hadir untuk melindungi air tanah,” tutur Sekretaris Daerah Gunawan Wibisono saat membacakan sambutan tertulis Bupati Semarang, Mundjirin dalam Peringatan Hari Air 2016 di pabrik Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) di Bawen, Selasa (22/3) kemarin.

Gunawan mengatakan, untuk menjaga kualitas dan kuantitas air harus dilakukan bersama-sama dengan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pelaku industri. Sebab, meski sebagian besar wilayah bumi ini dilingkupi air, namun air tawar yang menjadi kebutuhan hidup manusia jumlahnya sangat terbatas dan semakin berkurang. Upaya melestarikan air tersebut sesuai dengan tema peringatan hari air 2016 “Water and Jobs” yang berarti menjaga kelestarian air sama saja dengan menjaga kesejahteraan para pekerja dan masyarakat secara luas.