RELIGIUS: Salah satu pemain Jateng Ardi Agung, melaksanakan salat Asar di pinggir lapangan sebelum bergabung latihan di lapangan IKOPIN Bandung, sore kemarin. (Baskoro S/Jawa Pos Radar Semarang)
RELIGIUS: Salah satu pemain Jateng Ardi Agung, melaksanakan salat Asar di pinggir lapangan sebelum bergabung latihan di lapangan IKOPIN Bandung, sore kemarin. (Baskoro S/Jawa Pos Radar Semarang)
RELIGIUS: Salah satu pemain Jateng Ardi Agung, melaksanakan salat Asar di pinggir lapangan sebelum bergabung latihan di lapangan IKOPIN Bandung, sore kemarin. (Baskoro S/Jawa Pos Radar Semarang)
RELIGIUS: Salah satu pemain Jateng Ardi Agung, melaksanakan salat Asar di pinggir lapangan sebelum bergabung latihan di lapangan IKOPIN Bandung, sore kemarin. (Baskoro S/Jawa Pos Radar Semarang)

BANDUNG – Tim Jateng mendapat kesempatan recovery selama dua hari setelah berlaga habis-habisan melawan Jatim Senin (21/3). Kukuh Pramayuda dkk akan kembali bertanding Kamis (24/3) malam besok melawan tim DI Jogjakarta dalam lanjutan babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX cabor sepak bola di Bandung, Jabar.

Waktu dua hari tersebut dimanfaatkan pelatih dan manajemen tim sepak bola Jateng untuk menggelar evaluasi setelah melewati dua laga versus Banten dan Jatim. Saat ini, posisi Jateng masih belum aman untuk lolos ke PON. Karena itu kemenangan atas Jogjakarta menjadi harga mati. Saat ini Jateng masih mengoleksi empat poin hasil dari satu kali kemenangan versus Banten (2-1) dan hasil imbang versus Jatim (0-0).

Asisten pelatih Jateng, Anjar Jambore Widodo ditemui kemarin mengatakan, pihaknya cukup optimistis menghadapi dua laga tersisa dan akhirnya bisa menggenggam satu tiket lolos ke PON Jabar dari Grup A. Meski begitu, dia tak mau para pemainnya menganggap enteng DIJ, meski pada laga pertama tim polesan Seto Nurdiantoro ini digunduli Jatim 0-6.