ADU CANGGIH: Sejumlah siswa mengoperasikan robot line follower pada lomba robot yang digelar di kampus Udinus, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ADU CANGGIH: Sejumlah siswa mengoperasikan robot line follower pada lomba robot yang digelar di kampus Udinus, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ADU CANGGIH: Sejumlah siswa mengoperasikan robot line follower pada lomba robot yang digelar di kampus Udinus, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ADU CANGGIH: Sejumlah siswa mengoperasikan robot line follower pada lomba robot yang digelar di kampus Udinus, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 60 siswa dari berbagai SMA/SMK sederajat di Jateng dan DIJ mengikuti lomba robot dengan teknologi paling sederhana, Selasa (22/3). Kegiatan yang berlangsung di kampus Udinus tersebut berlangsung meriah.

Dari jumlah peserta tersebut kemudian siswa dibagi dalam 24 tim. Setelah itu dibagi dalam 8 grup yang masing-masing diisi oleh tiga siswa. Lomba tersebut menggunakan sistem duel antartim dalam satu lapangan. Dari hasil tersebut diambil 16 tim dengan menggunakan waktu tercepat untuk mencapai babak final. ”Panitia menyediakan robot untuk digunakan dan peserta juga tidak dilarang menggunakan robot rakitan sendiri,” ungkap salah seorang panitia, Jefri Johan Ardian

Jefri mengatakan yang membedakan, lomba tahun ini menggunakan sistem duel tanpa dibagi menjadi grup tertentu. Selain itu dengan menggunakan sistem duel yang kemudian diadu dalam satu grup maka sangat memudahkan penjurian. ”Memang sengaja untuk menyelaraskan dengan sistem lomba di ajang bergengsi robot yakni Kontes Robot Indonesia (KRI),” katanya. (hid/ric/ce1)